Kamis, 12 Februari 2009

Buku Diari Versus Blog (I)

@andikey - Senang rasaya punya semangat untuk terus nge-blog dan mencurahkan pikiran melalui blog sendiri. Semoga bermanfaat.
Ketika menengok kembali ke masa-masa saat masih kuliah, banyak peristiwa dan kenangan yang mungkin hingga kini masih melekat dalam pikiran. Nostalgia masa lalu memang menarik untuk menyegarkan kembali ingatan dan mengurai segala kemungkinan yang berhubungan dengan keadaan kita saat ini. Dalam keadaan ramai maupun sunyi, kita selalu ditemani oleh ingatan-ingat masa lalu yang seringkali menjadi jebakan perasaan ataupun senjata dalam menghadapi hidup.
Diari menjadi sarana ideal dan mudah untuk menuliskan kembali ingatan-ingatan kita atas semua kejadian yang pernah kita alami. Sebagian besar dari kita pernah melakukan pencatatan peristiwa hidup di atas lembaran buku diarinya masing-masing. Setahun bahkan bertahun-tahun kemudian, manakala buku diari itu dibuka kembali, seolah-olah kita tertarik jauh ke belakang dan berhenti pada ingatan peristiwa tertentu.
Penyesalan, kerinduan, kegeraman, kesedihan, kebahagiaan, dan berbagai sensasi perasaan hati muncul saat mata tertambat pada deretan kalimat penyengat yang membawa alam pikiran kita ke masa lalu. Betapa diari memiliki kekuatan untuk merubah pikiran maupun perasaan kita tatkala membacanya. Setiap kata memiliki tautan masa lalunya sendiri, sehingga satu kenangan yang tertulis dalam diari kadang mampu memompakan adrenalin juga emosi bagi kita yang mengalami peristiwa tersebut.
Setiap huruf dalam rangkaian katanya pada diari kita merupakan ekspresi perasaan hati yang kadang -tampak dari tulisan tangan kita- enak dilihat dan dibaca atau justru acak-acakan dan emosional. Benar, seolah kita meniupkan ruh dan nyawa pada tulisan-tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata pribadi. Diari menjadi begitu pentingnya sehingga perlu disimpan pada tempat yang terbaik.
Diari adalah "goa" tempat penyimpanan timbunan rahasia hati kita yang tidak semua orang boleh memasukinya. Sekian banyak diari baru dapat dibuka orang lain saat pemiliknya sudah berdiam di alam baka sana. Diari adalah ruang privasi yang sangat personal.
Diari adalah teman imajiner terbaik kita, ia mendengarkan dan menyerahkan dirinya agar si penulis terbebaskan dari gangguan pikiran~perasaan yang menghantuinya. Diari menjadi sisi lain diri penulis sebagai subtitusi realitas yang tak muncul dalam dunia nyatanya. Diari acapkali lebih jujur dan lugas menjelaskan siapa sebenarnya seseorang itu (yang menulis diari). Diari adalah bentuk lain pengungkapan diri yang sejujur-jujurnya dari penulisnya.
Subyektifitas diari sebagai paparan realitas peristiwa dari sudut pandang penulis, merupakan bahan pelengkap untuk menjelaskan biografi seseorang. Ia yang kita kenal dalam bentuk fisik belum tentu persis sama dalam "ia" yang ada dalam diarinya.
Fenomena diari masih ada hinga saat ini, meskipun teknologi komunikasi sudah sedemikian maju, diari tetap jadi pilihan pertama sebagai "goa" penyimpanan. Diari masih digandrungi sebagai alternatif ruang privat yang tertutup bagi pandangan orang lain.

RIAK Komunitas Musik Kampus

@andikey - KMM RIAK (Komunitas Musik Mahasiswa-Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan) lahir dari kegelisahan kolektif 23 (duapuluh tiga) mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 23 November 1998, tepatnya jam 11.00 WIB, di Kantin Dharma Wanita IAIN (sekarang Aula Madya Lt. 1, UIN Jakarta).

KMM RIAK tidak berasal dari ketiadaan (ex nihilo), tapi timbul dari sebuah pertikaian sejarah antar manusia yang berusaha untuk selalu sadar atas ruang dan waktu yang ditelusurinya. KMM RIAK terus belajar lalu bergerak mencari akar yang kokoh secara de facto di arus bawah untuk tumbuh dan tetap konsisten dalam mengembangkan musik di Kampus UIN Jakarta.

KMM RIAK merupakan sebuah komunitas di kampus IAIN (sekarang UIN) Jakarta yang penuh sesak dengan pergulatan yang sungguh mengasyikkan (tentunya jika Anda benar-benar masuk ke dalam menjadi seorang pelaku, bukan penonton) atas berbagai kegelisahan anggotanya yang secara intens melakukan penjelajahan di dunia musik (musik apapun yang Anda maksudkan!). Pastinya, pergulatan tersebut telah terbukti mampu menumbuhkan inspirasi atau ide kreatif yang membuat para pelakunya mengerti, memahami, merasakan, dan pada tatanan praktisnya; dapat merealisasikan segala bentuk inspirasi dan ide tersebut dalam produk/karya kreatif.

Sejak berdirinya, KMM RIAK selalu mengalami perubahan, baik dari struktur organisasi maupun kegiatannya. KMM RIAK mencoba dan terus mencoba untuk konsisten bergelut di bidang musik, baik dalam penyelenggaraan laboratorium, pelatihan, even, maupun jurnalisme musik.

KMM RIAK yang berawal dari suatu komunitas berbau `semaunya' perlahan-lahan tapi pasti­ berubah menjadi sebuah organisasi yang 'full of system' (baca; mapan, namun tanpa meninggalkan bau ‘komunitasnya') agar dapat secara terus-menerus memberi dan memajukan warna musik dikampus UIN Jakarta.

KOLOT (Komitmen, Loyalitas dan Totalitas) selalu menjadi pegangan bagi setiap anggota KMM RIAK dan menjadi dasar organisasi untuk terus maju tanpa ada kata menyerah demi impian dan cita-cita: RIAK Is All about Musik!

Dalam perjalanan historisnya, KMM RIAK selalu menjunjung tinggi tiga azasnya, yaitu PEKA (Pluralisme, Egalitarianisme, dan Kreatifitas Tak Terbatas). KOLOT dan PEKA hingga kini terus mewarnai dan menghidupi KMM RIAK sebagai sebuah KOMUNITAS MUSIK.

Hup... Akupun Menjadi Guru

@andikey - Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan berbagi informasi, keterampilan, dan pengalaman dengan Pelajar SMK Pelopor Nasional, Legoso, Ciputat. Aku mengajar kelas 1 untuk jurusan: Multimedia dan Perfilman. Hmm. Mereka cantik-cantik, ganteng-ganteng, dan pastinya cerdas. Bangga rasanya dapat menjadi bagian dari proses pendidikan sekali seumur hidup mereka tersebut. Aku berharap mereka dapat menerimaku, meskipun aku sadar aku belum dapat dijadikan teladan hidup mereka.
Foto-foto di samping ini adalah foto kegiatan SMK Pelopor Nasional: Latihan Kader Kepemimpinan OSIS yang bertempat di daerah Cibodas, Bogor. Lumayan, kegiatannya seru dan dibumbui peristiwa "mistis" selama berlangsungnya kegiatan. Sebagai guru baru, aku termasuk orang yang tertipu oleh peristiwa "mistis" tersebut. Hal yang paling berkesan adalah, ketika para peserta beerta Guru-guru dapat larut dalam semua acara yang ada. Tertawa, marah, sedih, menangis, dan yaah.... Pokoknya seru dan aku mau ikutan lagi. Hehe..

Nostalgia Pers Mahasiswa: LPM Institut

@andikey - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LPM INSTITUT adalah UKM pertamaku di kampus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekitar tahun 1998 aku sudah menjadi anggota LPM INSTITUT. Aku menjadi Pewarta Foto di Majalah INSTITUT.
Selama aktif menjadi Wartawan LPM, salah satu tugas liputan yang cukup berkesan adalah saat mendapat tugas menelusuri kekayaan kampus yang tidak jelas keberadaannya: Tanah Cikuya, Tangerang. Tanah milik kampus yang memiliki luas sekira 2o hektar ternyata masih dalam sengketa antara warga setempat dan Kampus IAIN. Kasusnya adalah klaim warga tentang kepemilikan tanah, karena mereka memiliki sertifikat, sementara sertifikat mereka ternyata tidak sah secara hukum. Nah, sampai 2009 ini pun tanah milik IAIN/UIN tersebut akhirnya tidak jelas peruntukannya. 
Sebagai catatan: setelah liputan Tanah Cikuya, pengurus LPM dipanggil pihak rektorat. Secara halus, Rektorat meminta LPM tidak menerbitkan berita tentang Tanah Cikuya. TIDAK jawab kami kepada pihak Rektorat, idealisme kami sebagai jurnalis kala itu mengharuskan kami tetap menerbitkan berita itu, apapun resikonya.

Kalacitra: Komunitas Fotografi

@andikey - Sejak berdirinya kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang kini telah berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta hingga tahun 2000, belum ada lembaga kegiatan mahasiswa independen tingkat universitas yang khusus bergerak di bidang fotografi.
Meskipun ada lembaga fotografi mahasiswa, namun lembaga tersebut tidak independen dan masih berada didalam sub organisasi tertentu, seperti Ranita Photography Club (RPC) berada di bawah organisasi Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA UIN Jakarta, Divisi Fotografi milik Kelompok Pecinta Alam (KPA) ARKADIA UIN Jakarta, dan Divisi Arsip Foto dibawah Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) INSTITUT UIN Jakarta.
Atas prakarsa saudara Andikey Kristianto (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin) dan Muhammad Busyro Karim (Mahasiswa Fakultas Syariah), pada tanggal 08 November 2000, di Aula Madya UIN Jakarta, dideklarasikanlah sebuah komunitas fotografi semi independen –di bawah naungan LPM INSTITUT- yang dinamakan Komunitas Mahasiswa Fotografi Indonesia (KMPFI) GALERI PAPARAZZI.
Kegiatan awal KMPFI GALERI PAPARAZZI adalah melakukan rekrutmen anggota melalui Pendidikan dasar fotografi. Selama medio tahun 2000-2001, KMPFI GALERI PAPARAZZI telah melaksanakan beberapa kegiatan pameran foto dan studi banding dengan organisasi fotografi mahasiswa di kampus lain.Seiring perjalanan waktu dan apresiasi para anggota maupun mahasiswa UIN lainnya, muncullah ide agar KMPFI GALERI PAPARAZZI dapat berdiri secara independen dan menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bawah naungan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Jakarta.
Setelah melalui diskusi perencanaan yang panjang, maka disepakatilah oleh para anggota dan pengurus KMPFI GALERI PAPARAZZI untuk menjadikan organisasi ini sebagai UKM di UIN Jakarta. Akan tetapi, sebelum menjadi UKM, pada tanggal 17 September 2001, di Taman Tarbiyah UIN Jakarta, berdasarkan kesepakatan bersama antar anggota dan pengurus, KMPFI GALERI PAPARAZZI diubah namanya menjadi Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) KALACITRA, dengan ketua umum pertamanya saudara Andikey Kristianto.
Setelah nama berubah, dari KMPFI GALERI PAPARAZZI menjadi KMF KALACITRA, barulah dilaksanakan proses pemenuhan administratif untuk dapat menjadi UKM di UIN Jakarta. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan para mahasiswa UIN Jakarta, pada tanggal 26 Oktober 2002, KMF KALACITRA disahkan/ditetapkan oleh Kongres Mahasiswa Universitas (KMU) UIN Jakarta menjadi UKM baru di bawah naungan KBM UIN Jakarta.
Sebagai langkah awal pergerakan KMF KALACITRA, maka dibenahilah strukutur organisasi dan program-program kegiatan KMF KALACITRA. Berdasarkan hasil Musyawarah Akbar Anggota (MAKA) I KMF KALACITRA tahun 2002, disepakatilah beberapa hal mendasar yang menjadi arah pergerakan dan kegiatan organisasi, seperti: Pedoman Organisasi, Keanggotaan, Kode Etik Anggota, Struktur Organisasi, Program Kegiatan dan beberapa Ketetapan (TAP) MAKA.

Innervisual: Komunitas Sinematografi

@andikey - Berikut profil sebuah organisasi sinematografi yang pernah saya gagas. 
 Di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sinematografi merupakan hal yang masih belum populer dan belum menjadi target kegiatan hobi bagi para civitas akademikanya. Meskipun demikian tidak berarti bahwa dunia sinema (movie) atau film bergerak (motion picture) juga merupakan hal baru bagi para civitas akademika di UIN Jakarta.
Pemutaran film-film tertentu sering diadakan oleh para aktifis mahasiswa di kampus UIN Jakarta, akan tetapi proses pembuatan filmlah yang menurut kami belum terjamah secara maksimal. Namun demikian, sinematografi pernah dipopulerkan di kampus UIN Jakarta, antara lain oleh KINE KLUB milik KMPLHK RANITA dan Komunitas Pecinta Film - Impuls of Cinema Expression (KPF ICE).
Menurut kami, bidang sinematografi secara tidak langsung sering digeluti oleh mahasiswa UIN Jakarta, setidaknya dokumentasi kegiatan yang menggunakan kamera VHS maupun Kamera 8mm (handy camera dan mini DV) merupakan salah satu bentuk kerja sinematografi.Berdasarkan pemantauan kami, sering ditemui ragam kegiatan mahasiswa didokumentasikan menggunakan alat-alat perekam gambar bergerak (VHS camera, Handy Camera: 8mm, dan mini DV). Andai saja sinematografi merupakan kegiatan yang populer, sangat mungkin hasil dokumentasi tersebut dapat diolah menjadi karya film dokumenter yang baik dan tidak kalah dengan National Geographic ataupun BBC Film.
Karena beberapa fenomena tersebutlah, pada 14 Februari 2004 saudara Andikey Kristianto (mahasiswa fakultas Ushuluddin), menggagas berdirinya Komunitas Sinematografi – INNER VISUAL (KOST INVIS) yang diarahkan khusus untuk produksi/pembuatan film bergerak (motion picture) dengan kategori film fiksi dan film dokumenter.
Tujuan utama berdirinya KOST INVIS adalah memberi ruang kegiatan baru khususnya di bidang sinematografi (pembuatan film) di kampus UIN Jakarta. Setidaknya, bagi kampus besar seperti kampus tercinta kami, UIN Jakarta, sinematografi harus menjadi hal yang biasa dan menjadi alternatif kegiatan hobi (bahkan kegiatan profesional) yang dapat bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan UIN Jakarta dan civitas akademikanya.
Sebagai upaya mewujudkan impian dan harapan bersama di bidang sinematografi, maka KOST INVIS akan terus berbenah diri dalam hal manajemen organisasi dan metode pembelajaran di bidang sinematografi. KOST INVIS juga akan berusaha keras untuk menghasilkan film-film independen yang bermutu dan berkualitas. Selain itu, KOST INVIS akan terus berupaya mencari, membuka, dan menjalin kerjasama serta hubungan baik dengan organisasi-organisasi (tingkat kampus maupun profesional) yang bergerak pada bidang yang sama. 
Adapun karya film KOST INVIS adalah pembuatan dua klip video musik dari lagu milik sebuah band indie THE RED MOLOTOV (2004) dan Film Pendek “SISI ALAN” (2005).