Kamis, 12 Februari 2009

Innervisual: Komunitas Sinematografi

@andikey - Berikut profil sebuah organisasi sinematografi yang pernah saya gagas. 
 Di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sinematografi merupakan hal yang masih belum populer dan belum menjadi target kegiatan hobi bagi para civitas akademikanya. Meskipun demikian tidak berarti bahwa dunia sinema (movie) atau film bergerak (motion picture) juga merupakan hal baru bagi para civitas akademika di UIN Jakarta.
Pemutaran film-film tertentu sering diadakan oleh para aktifis mahasiswa di kampus UIN Jakarta, akan tetapi proses pembuatan filmlah yang menurut kami belum terjamah secara maksimal. Namun demikian, sinematografi pernah dipopulerkan di kampus UIN Jakarta, antara lain oleh KINE KLUB milik KMPLHK RANITA dan Komunitas Pecinta Film - Impuls of Cinema Expression (KPF ICE).
Menurut kami, bidang sinematografi secara tidak langsung sering digeluti oleh mahasiswa UIN Jakarta, setidaknya dokumentasi kegiatan yang menggunakan kamera VHS maupun Kamera 8mm (handy camera dan mini DV) merupakan salah satu bentuk kerja sinematografi.Berdasarkan pemantauan kami, sering ditemui ragam kegiatan mahasiswa didokumentasikan menggunakan alat-alat perekam gambar bergerak (VHS camera, Handy Camera: 8mm, dan mini DV). Andai saja sinematografi merupakan kegiatan yang populer, sangat mungkin hasil dokumentasi tersebut dapat diolah menjadi karya film dokumenter yang baik dan tidak kalah dengan National Geographic ataupun BBC Film.
Karena beberapa fenomena tersebutlah, pada 14 Februari 2004 saudara Andikey Kristianto (mahasiswa fakultas Ushuluddin), menggagas berdirinya Komunitas Sinematografi – INNER VISUAL (KOST INVIS) yang diarahkan khusus untuk produksi/pembuatan film bergerak (motion picture) dengan kategori film fiksi dan film dokumenter.
Tujuan utama berdirinya KOST INVIS adalah memberi ruang kegiatan baru khususnya di bidang sinematografi (pembuatan film) di kampus UIN Jakarta. Setidaknya, bagi kampus besar seperti kampus tercinta kami, UIN Jakarta, sinematografi harus menjadi hal yang biasa dan menjadi alternatif kegiatan hobi (bahkan kegiatan profesional) yang dapat bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan UIN Jakarta dan civitas akademikanya.
Sebagai upaya mewujudkan impian dan harapan bersama di bidang sinematografi, maka KOST INVIS akan terus berbenah diri dalam hal manajemen organisasi dan metode pembelajaran di bidang sinematografi. KOST INVIS juga akan berusaha keras untuk menghasilkan film-film independen yang bermutu dan berkualitas. Selain itu, KOST INVIS akan terus berupaya mencari, membuka, dan menjalin kerjasama serta hubungan baik dengan organisasi-organisasi (tingkat kampus maupun profesional) yang bergerak pada bidang yang sama. 
Adapun karya film KOST INVIS adalah pembuatan dua klip video musik dari lagu milik sebuah band indie THE RED MOLOTOV (2004) dan Film Pendek “SISI ALAN” (2005).

Tidak ada komentar: