Jumat, 20 Februari 2009

Dentum Isi Kepalaku

@andikey - Kenikmatan tiada tara dalam hidup ini adalah dapat melakukan dan menghasilkan sesuatu dengan iringan cinta kasih dan keikhlasan hati. Menumbuhkan cinta kasih dan keikhlasan hati tentu memerlukan stimulus dan sugesti dari diri sendiri. Stimulus dan sugesti diri harus lahir dari pemahaman mendalam perihal realitas diri. Realitas diri adalah keadaan diri objektif mengenai: keinginan, kebutuhan, serta kemampuan setiap individu. Dengan demikian, ada baiknya kita senantiasa (bila perlu) membongkar, mengevaluasi, lalu membangun kembali pondasi diri yang lebih kokoh dan positif.

Kunci utama memahami realitas diri sendiri adalah: KEJUJURAN. Kita harus jujur pada diri sendiri, ingatlah! manipulasi diri hanya akan menjerat leher kita sendiri nantinya. Butuh keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Biasanya faktor penghambat kita untuk bersikap jujur pada diri sendiri (dan juga kepada orang lain) adalah sikap diri yang terlalu egois dan selalu ingin menang sendiri.

Kejujuran hanya mungkin hadir bilamana kita dapat meredam seminimal mungkin: sikap egois dan keinginan untuk selalu menang sendiri. Sikap egois dan selalu ingin menang sangat rentan memunculkan sifat ‘ujub, riya’, dan takabbur dalam diri kita. Siapa senang bersahabat dengan orang yang bersifat seperti itu? Sepertinya tidak satupun di antara kita yang sudi.

(Maaaf....Tulisan ini kayak draft ceramah jumatan..)

3 komentar:

andi mengatakan...

Ga mesti minta maaf bro... itulah hasil karya. Siapa pun itu, mesti menghargai hal itu.

andi mengatakan...

Tidak perlu minta maaf bro. Ini hasil karya yg mesti kami hargai.

2Pai mengatakan...

gak papa deh Mas! lagian emang orang-oarang Indonesia butuh banyak ceramah dan pelajaran tentang moral.
Salam PUNK 2pai,hehe...