Senin, 16 Februari 2009

Ayo BANGKIT, UKM Kampus! (III)


@andikey - Tulisan ini bagian ketiga dari judul yang sama sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Konsekuensi Menjadi Anggota Organisasi (UKM)
Ketika seseorang memutuskan masuk untuk menjadi anggota organisasi tertentu, maka ada hal-hal yang akan menjadi konsekuensi atas pilihannnya tersebut.  Konsekuensi tersebut, antara lain: 

  • Konsekuensi untuk mematuhi dan melaksanakan tugas-tugas, norma-norma, aturan main serta kode etik yang berlaku dalam organisasi itu.
  • Konsekuensi untuk dapat beradaptasi dan bekerjasama dengan orang lain, dalam menjalankan dan menyukseskan tugas/kerja-kerja organisasi, baik kerja/tugas individual maupun kerja tim.
  • Konsekuensi untuk dapat membagi waktu dan ruang antara kehidupan pribadi dan kehidupan berorganisasi.
  • Konsekuensi untuk memberikan hasil kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi.
  • Konsekuensi bahwa selalu ada kemungkinan bagi dirinya di kemudian hari, untuk memegang tampuk kepemimpinan ataupun menjadi pengurus organisasi yang bertanggung jawab atas jalannya roda organisasi.
  • Dan lain sebagainya.

Bagaimana Berorganisasi
Bagi Kita yang baru menjadi anggota sebuah organisasi, perlu kiranya Kita mengetahui, mempelajari dan memahami terlebih dahulu hal-hal berikut:
  • Pedoman Organisasi. Pedoman ini wajib Kita ketahui dan pahami, karena berisi tentang falsafah organisasi Kita, asas yang dianut organisasi, dan organisasi Kita pasti akan menjadikan pedoman tersebut sebagai lkitasan hukum; untuk pelaksanaan kegiatan organisasi, struktur organisasi, keanggotaan, kekuasaan, hak dan kewajiban anggota, hak dan kewajiban pengurus, dan hal-hal lainnya yang menjadi standar dan dasar hukum pelaksanaan kegiatan organisasi.
  • Kode Etik Organisasi. Kode etik yang berlaku dalam organisasi Kita harus dipahami dan kemudian dijalankan, karena hal tersebut biasanya merupakan standar perilaku dan komunikasi Kita terhadap anggota yang lain maupun dengan pihak di luar organisasi Kita.
  • Hirarki Kekuasaan dalam Strukur Organisasi. Hirarki kekuasaan merupakan jenjang kekuasaan dari atas ke bawah yang diberlakukan dalam sebuah organisasi untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan kerja-kerja organisasi.
  • Struktur Pengurus. Struktur pengurus dibuat oleh pemimpin organisasi (berdasarkan pedoman organisasi) untuk menentukan orang-orang yang secara hirarkis dianggap sesuai dengan bidang/bagian kerja yang dibutuhkan oleh organisasi.
  • Program Kegiatan Organisasi. Program kegiatan dibuat bersama-sama antara pemimpin organisasi dan para pengurus di bawahnya berdasarkan ketetapan pada musyawarah tertinggi organisasi maupun berdasarkan pedoman organisasi.
  • Mengenali Siapa Yang Menjadi Pengurus dan Para Anggota Yang Ada. Kita harus tahu siapa pemimpin Kita dalam organisasi maupun para pengurus di bawahnya, dan Kita pun perlu tahu siapa saja anggota di dalam organisasi Kita.
  • Dan hal-hal lain yang menurut Kita penting untuk diketahui dan dipahami, agar Kita dapat betul-betul menjadi anggota yang sesuai dengan harapan organisasi Kita. Selebihnya agar segala sesuatu yang Kita lakukan atas nama organisasi sesuai dengan pedoman organisasi maupun ketentuan yang ditetapkan secara bersama-sama dalam organisasi Kita.

Hal-hal yang tersebut diatas penting Kita ketahui, karena itu semua merupakan informasi dasar atas apa yang ada dan berlaku dalam organisasi Kita. Suatu saat nanti, hal-hal yang Kita ketahui dan Kita pelajari tersebut, akan sangat bermanfaat dan penting adanya, manakala Kita diamanahkan menjadi pemimpin maupun pengurus organisasi. Untuk itulah, sebelum Kita berperan sebagai pemimpin ataupun pengurus organisasi yang baik dan ideal menurut standar organisasi, maka sebaiknya Kita menjadi anggota organisasi yang baik terlebih dahulu. (Bersambung)

Tidak ada komentar: