Selasa, 17 Februari 2009

Ayo BANGKIT, UKM Kampus (V)

@andikey - Tulisan ini bagian kelima (terakhir) dari judul yang sama sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Dekonstruksi Ulang UKM
Umur UKM yang ada mungkin berbeda-beda, boleh jadi para pendirinya pun sudah jauh berada nun jauh dimana. Tinggal kita yang sekarang menjadi pengurus dan anggota aktif harus terus menghidupi nyala api aktifitas UKM. 

Berikut ini bahan tinjauan ulang bagi para pegiat UKM agar keberadaan UKM bersangkutan tetap diminati oleh anggota dan mahasiswa lainnya.
  1. Meninjau kembali visi-misi UKM sehingga setiap anggota khususnya dan civitas akademika lainnya dapat memahami dan benar-benar mendapatkan kejelasan tentang gambaran besar alasan mendasar berdirinya UKM. Minimal setiap anggota paham kenapa dan bagaimana mereka seharusnya sebagai anggota UKM.
  2. Meninjau kembali Pedoman Organisasi UKM: Visi, Misi, Sistem Rekrutmen Anggota, Sistem Keanggotaan, Sistem Kepengurusan, Kekuasaan Tertinggi UKM, Hak dan Kewajiban Anggota, Hak dan Kewajiban Pengurus, Sistem Pengelolaan Keuangan UKM, Pelanggaran dan sanksinya, dan Sebagainya. Hal tersebut tadi jadi media utama dan rujukan awal bilamana UKM mendapatkan kendala keorganisasian, selebihnya bila belum ada maka konsensus menjadi cara lain mengatasi problem.
  3. Meninjau ulang atau membuat ketetapan-ketetapan organisasi yang mencakup: detil proses rekrutmen anggota, kode etik anggota, ikrar pelantikan buat anggota baru/ pengurus, Dewan Kehormatan (Pengawas) Organisasi, sistem administrasi kesekretariatan, sistem laporan keuangan-kegiatan UKM, dan sebagainya.
  4. Membuat database anggota dari angkatan pertama hingga terkini, dan meng-update infonya setiap saat. Kalau perlu setiap anggota punya nomor anggota yang harus dihapal oleh masing-masing anggota.
  5. Menata kembali berkas kesekretariatan, surat-surat, proposal, buku-buku, fotokopian, ATK, dan perangkat kesekretariatan lainnya. Pastikan ada tempat khusus untuk itu semua.
  6. Mengadakan perpustakaan UKM sekaligus tempat penyimpanan Dokumentasi Foto atau Video.
  7. Mendata kembali semua inventaris UKM dan memberinya label UKM. Pastikan ada tempat khusus menampung benda/peralatan inventaris.
  8. Membersihkan, merapihkan sekretariat dan menata ulang ruangan, kalau perlu dindingnya diberi pajangan poster, penghargaan, public sign/warning, atau foto-foto yang menarik minat anggota untuk membaca/melihat. Kenyamanan ruang sekretariat menjadi faktor pendukung pengurus/anggota betah tinggal di sekret.
  9. Mengadakan pertemuan intensif berkala dwi mingguan/ bulanan untuk membahas kegiatan maupun isu-isu aktual yang terjadi di kampus maupun luar kampus.
  10. Membuat website UKM atau blog, menyebarkan buletin UKM, dan sosialisasi berkala perihal keadaan serta kegiatan UKM agar mahasiswa di kampus tahu bahwa kita terus aktif berkegiatan.
  11. Menjalin silaturrahmi dan memperkuat hubungan dengan UKM lain yang ada di kampus maupun di perguruan tinggi lain (PT lokal maupun antar daerah).
  12. Aktif atau membuat forum khusus UKM yang sebidang dengan UKM kita, sehingga kita juga punya kekuatan politis di mata masyarakat umum, khususnya terhadap Rektorat.
  13. Menghimbau anggota/pengurus untuk mengutamakan UKM dari pada lainnya dan semoga anggota/pengurus UKM tidak terjebak dalam politik praktis kampus (partai mahasiswa atau organisasi kader ekstra kampus).
  14. Membangun loyalitas esprite de corpse bagi setiap anggota/pengurus, sehingga UKM tidak diracuni oleh kepentingan-kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan visi-misi UKM.
  15. Membuat UKM sebagai "keluarga kandung" baru bagi anggota dan pengurusnya yang terus hidup selamanya sampai akhir zaman.
Masih banyak hal yang lainnya, menurut penulis 15 hal tersebut di atas mungkin bagian paling butuh perhatian. Mungkin saja tidak semua UKM membutuhkan peninjuan ulang, atau mungkin apa yang saya bicarakan terlalu naif, saya mohon maaf bila terkesan menggurui. Selamat Beraktifitas. Tabik.

Tidak ada komentar: