Jumat, 20 Februari 2009

Dentum Isi Kepalaku

@andikey - Kenikmatan tiada tara dalam hidup ini adalah dapat melakukan dan menghasilkan sesuatu dengan iringan cinta kasih dan keikhlasan hati. Menumbuhkan cinta kasih dan keikhlasan hati tentu memerlukan stimulus dan sugesti dari diri sendiri. Stimulus dan sugesti diri harus lahir dari pemahaman mendalam perihal realitas diri. Realitas diri adalah keadaan diri objektif mengenai: keinginan, kebutuhan, serta kemampuan setiap individu. Dengan demikian, ada baiknya kita senantiasa (bila perlu) membongkar, mengevaluasi, lalu membangun kembali pondasi diri yang lebih kokoh dan positif.

Kunci utama memahami realitas diri sendiri adalah: KEJUJURAN. Kita harus jujur pada diri sendiri, ingatlah! manipulasi diri hanya akan menjerat leher kita sendiri nantinya. Butuh keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Biasanya faktor penghambat kita untuk bersikap jujur pada diri sendiri (dan juga kepada orang lain) adalah sikap diri yang terlalu egois dan selalu ingin menang sendiri.

Kejujuran hanya mungkin hadir bilamana kita dapat meredam seminimal mungkin: sikap egois dan keinginan untuk selalu menang sendiri. Sikap egois dan selalu ingin menang sangat rentan memunculkan sifat ‘ujub, riya’, dan takabbur dalam diri kita. Siapa senang bersahabat dengan orang yang bersifat seperti itu? Sepertinya tidak satupun di antara kita yang sudi.

(Maaaf....Tulisan ini kayak draft ceramah jumatan..)

Kamis, 19 Februari 2009

Mata Berita Indonesia

@andikey - Tulisan ini tentang keinginan penulis membangun suatu situs jejaring berita yang sumber informasi/beritanya langsung dari masyarakat pengguna/anggota dan situs tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur menarik bagi penggunanya.

Fenomena Situs-Situs Jejaring Sosial
Awal tahun 2009 ini, muncul fenomena menarik di Indonesia. Berbagai situs jejaring sosial laku keras dan menjadi ruang privat baru yang diminati banyak orang, khususnya situs Facebook. Saat ini sedang terjadi persaingan ketat antar situs jejaring sosial terjadi dalam bentuk kemasan visual dan fitur-fiturnya. Beberapa situs pun mulai ditinggalkan penggunanya dan akan benar-benar berkurang drastis peminatnya bila tidak segera memperbaharui tampilan maupun fiturnya. Sedangkan beberapa situs lainnya justru berkembang pesat dan mendapatkan pelanggan lebih banyak karena fitur yang lebih menarik.

Situs-situs jejaring sosial tersebut memberi ruang khusus yang bersifat privat kepada anggotanya, sehingga setiap anggota dapat memanfaatkan segala fitur yang ada dengan leluasa. Selain untuk membangun eksistensi diri, keikut sertaan masyarakat menjadi anggota situs jejaring sosial adalah untuk membangun relasi/hubungan serius/pertemanan yang lebih luas lagi. Suasana imajiner yang terbangun dalam situs jejaring sosial pun dibuat senyaman seperti di dunia nyata. Desain visual yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami menjadi keunggulan yang dikejar oleh setiap situs sejenis.

Hal lain yang menjadi penarik massa adalah kemudahan setiap pengguna/anggota untuk berinteraksi dan berkomunikasi antar sesama anggota/pengguna situs yang sejauh ini difasilitasi dengan: kotak pesan, dinding pesan, dinding informasi kegiatan/peristiwa penting, ruang komentar antar pengguna, ruang chatting, ruang foto, ruang musik, ruang video, papan informasi (untuk mengatahui siapa saja yang sedang Online saat ini), dan lain sebagainya.

Semakin banyak dan mudah fitur-fitur yang dapat digunakan, maka semakin tinggi pula potensi bertambahnya pelanggan/pengguna baru situs tersebut, apalagi bila didukung dengan pemasaran yang maksimal di media massa pasti diserbu oleh pengguna baru. Di Indonesia sudah ada situs jejaring sosial yang laku dan banyak anggotanya, antara lain: FUPEI.

Berdasarkan pengamatan subyektif penulis terhadap fenomena tersebut di atas, penulis berangan-angan untuk membangun situs jejaring yang orientasi utamanya berbagi berita dan informasi antar sesama pengguna/anggota situs. Sayangnya, penulis bukanlah seorang Master IT yang paham membuat website sendiri, juga bukan orang yang mengerti bagaimana mengelola sebuah situs sehingga laku dan dapat banyak sponsor. Halaaaah... :-)

Memperjuangkan Cita-cita: Mata Berita Indonesia
Penulis punya keinginan besar, membuat situs jejaring berita masyarakat dengan nama: Mata Berita Indonesia/MBI (inginya terbit dengan: www.mataberita.com). Bayangan penulis situs ini menjadi ruang baru bagi setiap warga negara Indonesia khususnya untuk berbagi berita, informasi, ulasan peristiwa/kegiatan, dan lain sebagianya dalam bentuk tulisan, foto, maupun video.

Konsep dasarnya mengacu pada citizen journalism namun kemasan situsnya akan dibuat interaktif, komunikatif, dan atraktif. Berita utama hari ini yang tampil di MBI merupakan pilihan dan suntingan dari pengelola situs dan bagi mereka yang berita maupun iformasinya (tulisan, foto, video) akan mendapatkan bonus menarik dari MBI. Setiap anggota situs akan mendapatkan akun pribadi yang konten akunnya tidak jauh berbeda pada situs jejaring sosial yang sudah lebih dahulu ada. Setiap anggota dapat menwarkan berita dan informasi kepada pengelola situs untuk dinaikkan menjadi berita utama. Anggota juga dapat menawarkan usulan liputan, wawancara, informasi menarik kepada pengelola agar diterbitkan MBI kemudian.

Berita dan informasi yang diterbitkan MBI pada situsnya memang harus Up To date dan benar-benar bermanfaat bagi pengguna/anggota yang membacanya. Situs MBI juga akan memberikan paket hadiah menarik bagi setiap orang yang mendaftar menjadi anggota situs, minimal dapat: kaos, pin, dan buku panduan MBI.

Target maksimal MBI adalah menjadi ruang informasi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan berita/informasi lain yang mungkin belum ada/terbit di situs berita lainnya. Selain itu, MBI juga berambisi agar berita/informasi yang diberikan/didapatkan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Mata Berita Indonesia adalah cita-cita penulis yang ingin diwujudkan. Mungkin saja ide ini sudah tidak menarik lagi karena sudah banyak yang punya ide sejenis. Bagi penulis, siapapun yang lebih dahulu mewujudkan keinginannya yang memang satu visi dengan MBI, maka penulis akan mendukungnya sepenuh hati dan mengucapkan Alhamdulillah..Puji Syukur Kepada ALLAH SWT.

Satu Tubuh Dua Realitas (II)

@andikey - Tulisan ini bagian kedua dari judul yang sama sebelumnya.

Game Online: Di Sini Tenang Di Sana Senang dan Harus Menang
Saya memiliki kawan yang hobinya main game online, satu masih berstatus pelajar -bernama (sebut saja) Ryo, lainnya berstatus mahasiswa dan wirausahawan. Teman saya yang masih Pelajar SMK sehari-harinya seperti kebanyakan anak seusianya, pagi-sore masuk sekolah. Hal yang mungkin sedikit berbeda adalah waktu sore hingga malamnya -kadang sampai pagi- dihabiskan untuk bermain game online. Saya pernah menanyakan padanya tentang respon orangtua terhadap aktifitasnya itu, Ryo menjawab bahwa Ia berusaha meyakinkan orangtuanya kalau dia di kamarnya sedang belajar. Maklum komputer berkoneksi internet yang ia gunakan memang berada dalam kamar pribadinya. Adapun nilai ujian sekolahnya tidak terlalu gemilang, namun cukup baik ditinjau dari sudut pandang bahwa secara Ryo jarang belajar kecuali di sekolah saja.

Setahun berlalu dan saya coba mencari tahu perkembangan Ryo, ternyata sekarang dia sudah lulus sekolah dan saat ini dia tetap asik di depan komputer bermain game online. Ryo memilih tidak melanjutkan pendidikannya ke Universitas karena gama online kadung dia cintai. Menurutnya, ia dapat menghasilkan uang dari game online, caranya adalah dengan menjual poin nilai yang ia miliki dalam akunnya di game online tersebut. Sejujurnya saya kurang begitu memahami, tapi garis besarnya Ryo mendapat celah menghasilkan uang dari game Online.

Teman saya lainnya -membuka usaha warnet- yang juga menggilai game online tidak jauh berbeda keadaannya dengan Ryo, mereka sedari pagi-siang-sore-malam sibuk di depan layar komputer dengan kedua tangan di atas keyboard dan sebuah headphone menempal di telinga. Mereka meninggalkan komputer hanya untuk makan-minum, tidur, mandi, atau kegiatan mendesak lainnya. Sesekali mereka keluar jauh bertemu dengan teman chat di game online untuk mengadakan transaksi jual-beli poin game. Begitu setiap hari dan seterusnya hingga tulisan ini dibuat.

Saya mencoba memahami dan menikmati fenomena ini. Saya coba perhatikan dari jarak dekat bagaimana kehidupan teman-teman saya -yang punya usaha warnet itu- berjalan. Ternyata, normal-normal saja. Pergaulan mereka tetap terjaga baik dan tetap mampu berkomunikasi dengan akti-proaktif terhadap orang-orang sekitar. Akan tetapi bila ditinjau dari usia dan pandangan ideal kebanyakan orang, maka mereka dianggap kurang pantas dan diharapkan menjalani kehidupan yang lebih wajar serta normal. Padahal teman saya penggila game online tersebut menyatakan bahwa kehidupan mereka normal dan wajar-wajar saja. Saya juga sependapat dengan teman saya itu. Menurut saya mereka berhak menentukan bagaimana mereka akan hidup tanpa harus pusing dengan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap mereka.

Dunia pecinta game online sejati mungkin berbeda dengan dunia yang dibangun kebanyakan orang, namun selama kita menikmati apa yang kita lakukan serta berani bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi nantinya, maka biarkanlah segala sesuatunya berjalan.

Rabu, 18 Februari 2009

Satu Tubuh Dua Realitas (I)

@andikey - Fenomena situs jejaring sosial sedikit banyaknya mampu mempengaruhi pola prilaku dan cara berpikir para penggunanya.

Tulisan ini lebih banyak berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan penulis terhadap orang-orang di sekitarnya. Ini bukan tulisan ilmiah yang berdasarkan penelitian khusus, jadi hanya analisa yang bersifat subyektif tentunya.

Status: single - in relationship - married - it's complicated
Pertama kali membuat akun di situs jejaring sosial bernama Friendster, mode status tersebut muncul saat kita membuat akun. Pilihan status apa yang ingin kita tampilkan memunculkan dilema, kadang meski berstatus berpacaran/menikah (in relationship/married) kita justru mengklik Single (lajang). Cukup sering status tersebut berubah sesuai fakta sebenarnya ketika banyak teman atau pasangan mengetahui bahwa kita tidak menampilkan status yang sebenarnya. Hal tersebut terjadi terhadap beberapa kawan saya, kejadian lucu tersebut menjadi fenomena menarik dalam kehidupan situs jejaring sosial. Kadang persoalan status menjadi bahan gurauan saat pengguna situs tersebut bertemu di dunia nyata (met physically).

Beberapa kawan saya yang sudah menjalin hubungan pacaran/suami-istri membuat akun pribadi di situs yang sama. Tujuannya selain membangun jalinan persahabatan dengan orang baru juga untuk saling memata-matai antar pasangan. Kalau sudah begini, suasana maya yang muncul menjadi kurang menarik lagi. Ujung-ujungnya salah satu pasangan tutup buku/akun. Kasihan juga sih. Hehe.

Sebagai pengguna situs jejaring sosial, penulis juga seringkali melakukan "manipulasi realitas". Maksudnya jatidiri (personality) yang muncul di dunia maya belum tentu sama dengan realitas nyata sehari-hari. Namun demikian, tidak semua orang memanipulasi realitas dirinya, banyak juga yang jujur apa adanya antara dirinya di dunia maya dengan dirinya di realitas nyata.

Tren saat ini ini -yang penulis kira- kejujuran menjadi penting dalam hubungan di situs jejaring sosial, karena motivasi utama kebanyakan pengguna situs adalah mencari mitra atau kawan yang sebenarnya. Sayang bila kita memanipulasi realitas karena potensi mendapatkan mitra atau rizki tak terduga menjadi berkurang bahkan hilang sama sekali.

Situs jejaring sosial kini beragam dan tingkat proteksi dalam upaya memberi kenyamanan bagi penggunanya pun semakin meningkat. Seperti Facebook (FB) yang menyarankan sejak awal bagi penggunanya agar pengguna hanya menjalin hubungan jejaring sosial antar pengguna yang berasal dari satu region (wilayah) dan pihak yang terkait memang saling mengenal. Kalau tidak salah FB dapat memblokir atau menutup akun bilamana banyak komplain dari satu pengguna yang merasa tidak nyaman atas permintaan pengguna lainnya. (bersambung)

Selasa, 17 Februari 2009

Ayo BANGKIT, UKM Kampus (V)

@andikey - Tulisan ini bagian kelima (terakhir) dari judul yang sama sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Dekonstruksi Ulang UKM
Umur UKM yang ada mungkin berbeda-beda, boleh jadi para pendirinya pun sudah jauh berada nun jauh dimana. Tinggal kita yang sekarang menjadi pengurus dan anggota aktif harus terus menghidupi nyala api aktifitas UKM. 

Berikut ini bahan tinjauan ulang bagi para pegiat UKM agar keberadaan UKM bersangkutan tetap diminati oleh anggota dan mahasiswa lainnya.
  1. Meninjau kembali visi-misi UKM sehingga setiap anggota khususnya dan civitas akademika lainnya dapat memahami dan benar-benar mendapatkan kejelasan tentang gambaran besar alasan mendasar berdirinya UKM. Minimal setiap anggota paham kenapa dan bagaimana mereka seharusnya sebagai anggota UKM.
  2. Meninjau kembali Pedoman Organisasi UKM: Visi, Misi, Sistem Rekrutmen Anggota, Sistem Keanggotaan, Sistem Kepengurusan, Kekuasaan Tertinggi UKM, Hak dan Kewajiban Anggota, Hak dan Kewajiban Pengurus, Sistem Pengelolaan Keuangan UKM, Pelanggaran dan sanksinya, dan Sebagainya. Hal tersebut tadi jadi media utama dan rujukan awal bilamana UKM mendapatkan kendala keorganisasian, selebihnya bila belum ada maka konsensus menjadi cara lain mengatasi problem.
  3. Meninjau ulang atau membuat ketetapan-ketetapan organisasi yang mencakup: detil proses rekrutmen anggota, kode etik anggota, ikrar pelantikan buat anggota baru/ pengurus, Dewan Kehormatan (Pengawas) Organisasi, sistem administrasi kesekretariatan, sistem laporan keuangan-kegiatan UKM, dan sebagainya.
  4. Membuat database anggota dari angkatan pertama hingga terkini, dan meng-update infonya setiap saat. Kalau perlu setiap anggota punya nomor anggota yang harus dihapal oleh masing-masing anggota.
  5. Menata kembali berkas kesekretariatan, surat-surat, proposal, buku-buku, fotokopian, ATK, dan perangkat kesekretariatan lainnya. Pastikan ada tempat khusus untuk itu semua.
  6. Mengadakan perpustakaan UKM sekaligus tempat penyimpanan Dokumentasi Foto atau Video.
  7. Mendata kembali semua inventaris UKM dan memberinya label UKM. Pastikan ada tempat khusus menampung benda/peralatan inventaris.
  8. Membersihkan, merapihkan sekretariat dan menata ulang ruangan, kalau perlu dindingnya diberi pajangan poster, penghargaan, public sign/warning, atau foto-foto yang menarik minat anggota untuk membaca/melihat. Kenyamanan ruang sekretariat menjadi faktor pendukung pengurus/anggota betah tinggal di sekret.
  9. Mengadakan pertemuan intensif berkala dwi mingguan/ bulanan untuk membahas kegiatan maupun isu-isu aktual yang terjadi di kampus maupun luar kampus.
  10. Membuat website UKM atau blog, menyebarkan buletin UKM, dan sosialisasi berkala perihal keadaan serta kegiatan UKM agar mahasiswa di kampus tahu bahwa kita terus aktif berkegiatan.
  11. Menjalin silaturrahmi dan memperkuat hubungan dengan UKM lain yang ada di kampus maupun di perguruan tinggi lain (PT lokal maupun antar daerah).
  12. Aktif atau membuat forum khusus UKM yang sebidang dengan UKM kita, sehingga kita juga punya kekuatan politis di mata masyarakat umum, khususnya terhadap Rektorat.
  13. Menghimbau anggota/pengurus untuk mengutamakan UKM dari pada lainnya dan semoga anggota/pengurus UKM tidak terjebak dalam politik praktis kampus (partai mahasiswa atau organisasi kader ekstra kampus).
  14. Membangun loyalitas esprite de corpse bagi setiap anggota/pengurus, sehingga UKM tidak diracuni oleh kepentingan-kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan visi-misi UKM.
  15. Membuat UKM sebagai "keluarga kandung" baru bagi anggota dan pengurusnya yang terus hidup selamanya sampai akhir zaman.
Masih banyak hal yang lainnya, menurut penulis 15 hal tersebut di atas mungkin bagian paling butuh perhatian. Mungkin saja tidak semua UKM membutuhkan peninjuan ulang, atau mungkin apa yang saya bicarakan terlalu naif, saya mohon maaf bila terkesan menggurui. Selamat Beraktifitas. Tabik.

Ayo BANGKIT, UKM Kampus (IV)

@andikey - Tulisan ini bagian keempat dari judul yang sama. Semoga bermanfaat untuk berbagi pengalaman khususnya bagi pegiat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di perguruan tinggi Indonesia.


Zaman Berkembang Pembaharuan Teknologi Semakin Cepat
Kesadaran mengembangkan diri sebagai pegiat UKM perlu diimbangi dengan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan yang up to date. Bila kita ingin transformasi nilai-nilai dan berbagi pengalaman organisasi tercurahkan secara komunikatif, maka kita harus membuka serta mengembangkan saluran informasi teknologi yang ada. Hal dimaksud dapat melalui website maupun blogspot yang tersedia gratisan.

Oranisasi UKM yang kita cintai bersama sebaiknya terus mengembngkan dirinya secara maksimal sehingga tidak hanya bersifat lokal kampus saja, namun dapat tersiar ke penjuru dunia. Dengan demikian potensi untuk saling berbagi dan saling memberi perhatian menjadi terbuka luas. UKM kita yang berada di ujung Nusantara dapat diketahui oleh mereka yang berdomisili di pusat Ibukota Republik begitu sebaliknya. Pastinya, kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh dunia internet perlu dimanfaatkan UKM dengan sebaik-baiknya.

Mahasiswa, UKM, dan Transformasi Sosial
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang notabene digawangi dan dikembangkan oleh mahasiswa harus menjadi pusat transformasi sosil yang efektif. Karena bila kita kembali mengurai fungsi sosial sebagai mahasiswa, maka tugas sebagai agent of change adalah status utama yang ditanamkan saat kita menjalani Ospek -dan sejenisnya.

Bedanya mahasiswa yang aktif di UKM dan yang hanya kuliah belaka adalah hubungan jangka panjangnya. Hampir setiap UKM di manapun memiliki status keanggotaan seumur hidup, sehingga meski sudah tua dan bertahun-tahun ninggalin kampus, tetap dia punya keluarga baru di UKM. Hubungan abadi hanya terjadi di UKM. Itu yang saya tahu, maaf kalau salah. Hehe.

Setiap UKM yang didirikan memiliki visi masa depan yang jelas, bahkan dinamika perkembangannya selalu diorientasikan untuk tetap berkontribusi terhadap perkembangan sosial yang ada. Transformasi sosial tetap menjadi salah satu prioritas yang dimunculkan oleh para pendiri UKM. Harapan utama para pendiri UKM adalah agar para anggota dan penerus UKM tidak "autis" dengan diri pribadinya saja, tapi sudi melongok keluar UKM bahkan Kampus untuk mencari tahu apa yang dapat dilakukannya sebagai anggota UKM untuk merespon realitas sosial yang ada.

Kultur Pembelajaran dan Komunikasi Pro-Aktif UKM
Mungkin, hal penting yang harus dikembangkan oleh pegiat UKM dimanapun berada adalah membangun Kultur Pembelajaran yang lebih aktif serta interaktif dengan dukungan pola komunikasi yang pro aktif dari seluruh pengurus-anggotanya. Sebagai contekan, setiap kali saya terlibat obrolan panjang tentang kondisi UKM di kampus saya, ujung-ujungnya masalah KOMUNIKASI yang jadi problem mendasar mandegnya aktifitas UKM.

Keadaaan yang mandeg karena hambatan komunikasi menjadi pemicu macetnya kreatifitas dan antusiasme anggota/pengurus UKM, hal ini patut diwaspadai oleh Ketua UKM juga senioren-senioren yang memang masih turun ke lapangan. Agar dapat bergerak keluar, maka UKM harus selesai dulu menangani problem internalnya, jika tidak, alamat semakin terpuruklah UKM kita. (bersambung)

Senin, 16 Februari 2009

Ayo BANGKIT, UKM Kampus! (III)


@andikey - Tulisan ini bagian ketiga dari judul yang sama sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Konsekuensi Menjadi Anggota Organisasi (UKM)
Ketika seseorang memutuskan masuk untuk menjadi anggota organisasi tertentu, maka ada hal-hal yang akan menjadi konsekuensi atas pilihannnya tersebut.  Konsekuensi tersebut, antara lain: 

  • Konsekuensi untuk mematuhi dan melaksanakan tugas-tugas, norma-norma, aturan main serta kode etik yang berlaku dalam organisasi itu.
  • Konsekuensi untuk dapat beradaptasi dan bekerjasama dengan orang lain, dalam menjalankan dan menyukseskan tugas/kerja-kerja organisasi, baik kerja/tugas individual maupun kerja tim.
  • Konsekuensi untuk dapat membagi waktu dan ruang antara kehidupan pribadi dan kehidupan berorganisasi.
  • Konsekuensi untuk memberikan hasil kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi.
  • Konsekuensi bahwa selalu ada kemungkinan bagi dirinya di kemudian hari, untuk memegang tampuk kepemimpinan ataupun menjadi pengurus organisasi yang bertanggung jawab atas jalannya roda organisasi.
  • Dan lain sebagainya.

Bagaimana Berorganisasi
Bagi Kita yang baru menjadi anggota sebuah organisasi, perlu kiranya Kita mengetahui, mempelajari dan memahami terlebih dahulu hal-hal berikut:
  • Pedoman Organisasi. Pedoman ini wajib Kita ketahui dan pahami, karena berisi tentang falsafah organisasi Kita, asas yang dianut organisasi, dan organisasi Kita pasti akan menjadikan pedoman tersebut sebagai lkitasan hukum; untuk pelaksanaan kegiatan organisasi, struktur organisasi, keanggotaan, kekuasaan, hak dan kewajiban anggota, hak dan kewajiban pengurus, dan hal-hal lainnya yang menjadi standar dan dasar hukum pelaksanaan kegiatan organisasi.
  • Kode Etik Organisasi. Kode etik yang berlaku dalam organisasi Kita harus dipahami dan kemudian dijalankan, karena hal tersebut biasanya merupakan standar perilaku dan komunikasi Kita terhadap anggota yang lain maupun dengan pihak di luar organisasi Kita.
  • Hirarki Kekuasaan dalam Strukur Organisasi. Hirarki kekuasaan merupakan jenjang kekuasaan dari atas ke bawah yang diberlakukan dalam sebuah organisasi untuk memudahkan koordinasi dan pelaksanaan kerja-kerja organisasi.
  • Struktur Pengurus. Struktur pengurus dibuat oleh pemimpin organisasi (berdasarkan pedoman organisasi) untuk menentukan orang-orang yang secara hirarkis dianggap sesuai dengan bidang/bagian kerja yang dibutuhkan oleh organisasi.
  • Program Kegiatan Organisasi. Program kegiatan dibuat bersama-sama antara pemimpin organisasi dan para pengurus di bawahnya berdasarkan ketetapan pada musyawarah tertinggi organisasi maupun berdasarkan pedoman organisasi.
  • Mengenali Siapa Yang Menjadi Pengurus dan Para Anggota Yang Ada. Kita harus tahu siapa pemimpin Kita dalam organisasi maupun para pengurus di bawahnya, dan Kita pun perlu tahu siapa saja anggota di dalam organisasi Kita.
  • Dan hal-hal lain yang menurut Kita penting untuk diketahui dan dipahami, agar Kita dapat betul-betul menjadi anggota yang sesuai dengan harapan organisasi Kita. Selebihnya agar segala sesuatu yang Kita lakukan atas nama organisasi sesuai dengan pedoman organisasi maupun ketentuan yang ditetapkan secara bersama-sama dalam organisasi Kita.

Hal-hal yang tersebut diatas penting Kita ketahui, karena itu semua merupakan informasi dasar atas apa yang ada dan berlaku dalam organisasi Kita. Suatu saat nanti, hal-hal yang Kita ketahui dan Kita pelajari tersebut, akan sangat bermanfaat dan penting adanya, manakala Kita diamanahkan menjadi pemimpin maupun pengurus organisasi. Untuk itulah, sebelum Kita berperan sebagai pemimpin ataupun pengurus organisasi yang baik dan ideal menurut standar organisasi, maka sebaiknya Kita menjadi anggota organisasi yang baik terlebih dahulu. (Bersambung)

Ayo BANGKIT, UKM Kampus! (II)

@andikey - Tulisan ini bagian kedua dari judul yang sama sebelumnya. Artikel berikut ini berkenaan tentang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus-kampus agar terus mengembangkan dirinya. 
 
Sejak dilahirkan, manusia sudah diperkenalkan dengan organisasi, bahkan sampai seseorang meninggal dunia dan dimakamkan, organisasi masih berperan atas diri seseorang. Dalam kenyataannya, organisasi -baik organisasi formal ataupun informal, maupun organisai yang sengaja dibuat manusia ataupun yang terjadi secara alami- akan terus melingkupi dan mempengaruhi kehidupan manusia. Sehingga dapat dikatakan, bahwa manusia sulit untuk –dan sepertinya tidak mungkin- hidup sendiri tanpa keterlibatan orang lain dan tanpa adanya peranan organisasi.

Mengapa Berorganisasi (dalam organisasi formal)?

Pertanyaan ini, sepertinya lebih tepat jika diajukan kepada Kita yang pernah atau masih menjadi anggota sebuah organisasi formal tertentu. Karena Kita lebih mengerti dan memahami alasan yang mendasari Kita masuk menjadi anggota sebuah organisasi (baik dengan alasan yang positif maupun negatif), dan apapun alasan Kita, pastilah dilandasi oleh suatu kepentingan atau kebutuhan tertentu yang menyangkut/berpengaruh terhadap diri Kita sendiri.

Berikut beberapa alasan tujuan (positif maupun negatif) yang mungkin melandasi seseorang menjadi anggota sebuah organisasi, yaitu:
  • Organisasi yang tersebut terkenal dan prestisius.
  • Organisasi tersebut mampu memfasilitasi kebutuhan hobinya.
  • Organisasi tersebut memiliki visi-misi dan orientasi yang sesuai dengan garis ideologi atau politik yang ia anut dan ia jalani.
  • Organisasi tersebut mampu dijadikan olehnya sebagai batu loncatannya di kemudian hari, demi memudahkan atau meningkatkan status sosial/politiknya.
  • Terpengaruh oleh iklan maupun kesan orang banyak, atau karena teman-teman akrabnya banyak yang ikut organisasi tersebut.
  • Adanya kepentingan pribadi, misalnya mencari keuntungan materi, karena pacarnya adalah anggota organisasi itu, atau ia sedang jatuh cinta dengan seseorang yang kebetulan menjadi anggota organisasi itu.
  • Mencari pengalaman baru, belajar berorganisasi, atau bahkan cuma sekadar iseng mengisi waktu senggangnya.
  • Mendapat tugas spionase (memata-matai) atau tugas infiltrasi (penyusupan), yakni diutus oleh organisasinya secara terselubung untuk masuk kedalam organisasi tertentu, dalam rangka mencari kelemahan dan melakukan pembusukan dalam organisasi tersebut, atau secara perlahan –lahan ia akan mengarahkan organisasi tersebut ke dalam sebuah ideologi atau aliran politik tertentu.
  • Dan lain sebagainya.

Sejahat atau semulia apapun tujuan seseorang menjadi anggota sebuah organisasi tertentu, kita tidak akan panjang lebar membahas mengapa seseorang memiliki tujuan jahat atau mulia dalam berorganisasi. Akan tetapi kita akan membahas bagaimana kita membangun sebuah organisasi yang ideal.

Apakah sebuah organisasi itu ideal maupun tidak, ukurannya sangat relatif, biasanya tergantung pada sesuai atau tidaknya realitas di lapangan atas pelaksanaan kegiatan dan pengejawantahan visi-misi, serta tujuan utama organisasi tersebut didirikan.

Mungkin saja organisasi yang ideal bagi seseorang adalah organisasi yang:
  • Memiliki sistem kerja dan koordinasi yang baik antar pengurus dan anggotanya dalam mewujudkan tujuan organisasi,
  • Memiliki struktur dan tim kerja yang jelas, kuat dan solid.
  • Kreatif dan sukses ketika mengadakan dan melaksanakan suatu program kegiatan organisasi.
  • Diisi oleh para anggota maupun pengurus yang baik budi pekertinya, yang loyal-bertanggung jawab serta memiliki komitmen kerja yang kuat terhadap organisasi, dan senantiasa beritikad untuk terus mengembangkan serta memajukan organisasinya.
  • Adanya sistem pengawasan dan pertahanan organisasi yang menutup kemungkinan masuknya inflitrasi (penyusupan) maupun spionase (tindakan memata-matai) dari pihak (di dalam-di luar organisasi) yang memiliki kepentingan yang dapat merugikan organisasi tersebut.
  • Dan lain sebagainya.

Setiap orang memiliki pandangan maupun kesan terhadap suatu organisasi tertentu, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi dirinya untuk menentukan organisasi apa yang akan ia masuki atau ia geluti. (bersambung)


Ayo BANGKIT, UKM Kampus! (I)

@andikey - Artikel berikut ini berkenaan tentang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di kampus-kampus agar terus mengembangkan dirinya.

Setiap perguruan tinggi, khususnya yang berstatus negeri memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang didirikan dan dibentuk untuk mewadahi aspirasi hobi bagi mahasiswanya. Banyak bidang keterampilan yang biasanya dikembangkan oleh UKM, seperti: kepetualangan (Pecinta Alam), Bela Negara (Menwa), Olah Raga, Koperasi Mahasiswa, Paduan Suara Mahasiswa, Teater, Musik, Fotografi, Pramuka, Pers Mahasiswa, dan lain sebagainya.

Seiring perjalanannya, setiap UKM berusaha melakukan kaderisasi dan reorganisasi minimal setahun sekali. Namun demikian persoalan klasik seringkali menghantui UKM-UKM, antara lain:
  1. Kepemimpinan yang tidak muncul/tidak membumi dari Ketua UKM, sehingga pengurus maupun anggotanya menjadi kurang percaya diri, bahkan cenderung mengabaikan fungsi Ketua UKM.
  2. Dana kegiatan yang kurang memadai.
  3. Kaderisasi yang macet.
  4. Kepengurusan yang kurang maksimal, kadang tumpang tindih.
  5. Konflik kepentingan antar pengurus yang mungkin dipicu oleh: masalah pribadi (pacaran, kasih tak sampai, kesibukan selain di UKM), konstalasi politik kampus (rektorat, partai politik mahasiswa), dan sebagainya.
  6. Kegiatan UKM yang mndul atau monoton, sehingga kurang mendapatkan simpati mahasiswa lainnya.
  7. Sarana dan prasarana UKM yang kurang memadai, sehingga menyulitkan anggota berekspresi atau melakukan kegiatan.
  8. Peraturan kampus yang membelenggu kreatifitas mahasiswa (jam malam, dan sebagainya).
  9. Apresiasi mahasiswa secara umum kurang berminat terhadap kegiatan-kegiatan UKM yang diselenggarakan.
  10. Kurangnya prestasi yang dapat menarik perhatian mahasiswa yang belum menjadi anggota UKM bersangkutan.
  11. Dan mungkin banyak hal lainnya.
Bila dipahami secara seksama, UKM memiliki manfaat yang luar biasa. Hal tersebut biasanya baru dapat dirasakan manakala kita sudah menjadi sarjana atau berstatus mahasiswa non aktif. Bila kita jujur, maka kita akan mengakui efek positif sebagai anggota UKM di Kampus. (Bersambung)

Definisi Sifat Kepemimpinan USMC

@andikey - Tulisan ini berkaitan dengan penjelasan sifat-sifat kepemimpinan dalam United States Marines Corps (USMC).

Tulisan yang Anda baca ini merupakan terjemahan bebas saya dan mungkin penerjemahannya kurang tepat, untuk itu saya memohon maaf sebelumnya. Motivasi saya membuat artikel ini semata-mata karena menganggap prinsip kepemimpinan USMC bersifat universal dan dapat diterapkan dalam kehidupan non militer.


Penjelasan Sifat-sifat Kepemimpinan USMC:
  1. KETEGASAN- mampu memberi kesan/ penampilan yang menyenangkan. (Bearing- creating a favorable impression, appearance).
  2. KEBERANIAN-Kualitas mental yang mampu mendeteksi tanda bahaya maupun tanda-tanda kritis. (Courage- mental quality that recognizes fear of danger and criticism).
  3. KETEPATAN- Kemampuan memahami perintah dan batas waktu penuntasannya. (Decisiveness- ability to reach sound decision in timely manner).
  4. KETERANDALAN-Kemampuan menuntaskan seluruh tugas yang diemban. (Depenability- completing assigned tasks completely).
  5. DAYA TAHAN- Kekuatan mental dan fisik yang maksimal. (Endurance- Mental and physical strenght).
  6. ANTUSIASME- Ketulusan dalam menuntaskan semua tugas. (Enthusiasm-s incere interest in performing your task).
  7. INISIATIF- memperhatikan apa yang yang harus dikerjakan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa harus diingatkan. (Initiative- seeing what needs to be done and getting it done without being told to).
  8. INTEGRITAS- Memiliki kejujuran dan dapat dipercaya. (Integrity- complete truth and honesty).
  9. PENILAIAN- Menggunakan fakta-fakta untuk membuat keputusan. (Judgement- using facts to make sound decision).
  10. KEADILAN- Sikap adil dan kemampuan menempatkan diri dalam situasi. (Justice- being impartial and fair).
  11. PENGETAHUAN- Mempelajari informasi secara seksama. (Knowledge- learning information).
  12. KESETIAAN- Kepercayaan terhadap organisasi dan diri sendiri. (Loyalty- faithfullness to your organization and your self).
  13. KEBIJAKSANAAN- Kemampuan menjalin hubungan dengan pihak lain tanpa menimbulkan perlawanan dari pihak lain. (Tact- the ability to deal with others without causing offense).
  14. KEBERSAMAAN- Menempatkan kepentingan dan kesejahteraan bawahan (anak buah) daripada kepentingan pribadi. (Unselfishness- placing the welfare of your subordinates ahead of your own).
Demikinlah sekilas tentang sifat-sifat kepempimpinan yang diterapkan dalm USMC. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Prinsip Kepemimpinan ala USMC

@andikey - Tulisan ini merupakan terjemahan mengenai prinsip-prinsip kepemimpinan ala United States Marines Corps (USMC). Menurut beberapa referensi yang saya miliki, saya mendapatkan 11 prinsip kepemimpinan dalam Pasukan Elit USMC. Berikut 11 prinsip tersebut: 
  1. Jadilah orang yang ahli/terlatih secara teknis dan taktis. (be technically and tactically proficient). 
  2. Kenali dirimu dan kembangkan kemampuan dirimu. (know your self and seek self-improvement). 
  3. Kenali orang-orangmu (anak buahmu) dan perhatikan kesejahteraan hidup mereka. (know your people and look out for their welfare). 
  4. Pastikan orang-orangmu (anak buahmu) mendapatkan informasi yang jelas. (keep your people informed). 
  5. Berikan contoh yang benar sebelum memberi perintah. (set the example). 
  6. Pastikan bahwa tugas yang diberikan benar-benar dapat dipahami, dapat diterapkan, dan dapat diselesaikan hingga tuntas. (insure that the task is understood, supervised, and accomplished). 
  7. Latihlah pasukanmu menjadi sebuah tim yang solid. (train your people as a team). 
  8. Berbicara langsung dan tentukan waktu penuntasannya dalam memberi perintah. (Make sound and timely decisions). 
  9. Bangun semangat dan rasa saling bertanggungjawab antar atasan dan atau dengan bawahan. (develop a sense of responsibility among subordinates). 
  10. Berikan tugas kepada pasukan yang memiliki kapabilitas di dalamnya. (employ your command in accordance with it capabilities). 
  11. Carilah tanggung jawab dan ambillah tanggung jawab dalam setiap aksi yang dilakukan. (seek responsibility and take responsibility for your actions). 
Prinsip-prinsip USMC tersebut di atas cukup relevan bila diterapkan dalam komunitas maupun organisasi yang kita ikuti. Semoga bermanfaat

Buku Diari Versus Blog (III)

@andikey - Tulisan ketiga lanjutan dari judul yang sama
Semoga bermanfaat. 

Mana yang lebih menarik: menulis di diari atau di blog?
Tentunya kedua hal tersebut memiliki kelebihannya masing-masing, tergantung target apa yang ingin dicapai. Bila kenyataan "lain" diri kita tidak perlu dipublikasikan karena menyangkut nama baik pribadi maupun orang lain, dan kita ingin privasi diri juga orang lain terjaga, maka buku diari adalah pilihan yang ideal. Bila kita ingin berbagi cerita dan berusaha mendapatkan tanggapan dari orang lain secara langsung, maka blog adalah pilihan yang tepat.

Namun demikian, kita harus mencatat dan mengingat baik-baik: blog adalah produk dunia maya, sehingga realitas yang sejati menjadi kabur dan kita tidak dapat memaksakan agar segala sesuatu di dunia maya menjadi realitas yang nyata serta "verified" dalam kehidupan sehari-hari kita. Dunia maya tetaplah dunia maya, dunia nyata adalah kita yang secara fisik ada dan dapat tersentuh panca indera.

Dalam dunia sibernetika memungkinkan setiap orang memiliki lebih dari satu identitas, di Facebook beda, di Yahoo beda, di Google beda, di Friendster beda, di Tagged beda, dimana-mana kita dapat membuat identitas dengan kepribadian yang berbeda sama sekali. Semua itu dimungkinkan dalam dunia internet. Meskipun ada perangkat/sistem verifikasi tertentu, namun belum tentu menjangkau "keaslian" setiap individu yang menjadi anggota situs/program tertentu di internet. Jadi, blog tetaplah produk maya dan potensial terdapat manipulasi dan relitas yang inkonsisten dari pemilik blog maupun penyelia blog bersangkutan.

Kita hanya dapat memanfaatkan sebaik-baiknya alur perkembangan dan tren yang berkembang di dunia Internet, namun tidak dapat menguasainya. Nikmati saja fasilitas yang ada namun jangan berharap kebenaran mutlak ada di dalamnya. Karena kita berada di dunia maya.

Buku diari tetap saja bersifat tertutup dan individualistik, sehingga tidak dapat diakses publik. berbeda dengan blog yang bersifat komunal dan kolektif sehingga ia mampu menjadi ruang publik yang terbuka untuk umum. Buku diari hanya menjadi simpanan saja akhirnya dan akhirnya mati bersama kematin pemilik/penulis diari tersebut. Berbeda dengan blog yang selama belum ditutup oleh pemilik akun blog, maka selamanya blog itu dapat terus hidup meskipun pemilik akun sudah menghilang atau raib entah kemana.

Buku diari atau blog pribadi? saya memilih kedua-duanya. Saya tetap menulis diari pribadi dan terus ngeblog sampai tamat riwayat saya. ;-) Terima kasih.

Sabtu, 14 Februari 2009

Buku Diari Versus Blog (II)

@andikey - Tulisan kedua ini merupakan kelanjutan dari judul yang sama sebelumnya. Semoga bermanfaat.

Diari menjadi ruang personal penulis yang menutupi dirinya atas nama privasi, setidaknya selama penulis masih hidup, maka diari miliknya memiliki akses terbatas bagi yang boleh membacanya. Diari menjadi rahasia hati bagi pemiliknya yang menempatkan "realitas diri" yang mungkin berbeda dengan kenyataan hidup sehari-harinya bagi si penulis.

Keberadaan diari yang diperlakukan sedemikan rupa oleh penulisnya menyebabkan ketiadaan proses komunikasi bagi orang lain yang mungkin saja dapat mengomentari isinya. Jadi bila isi tulisan di diari berisi persoalan pribadi yang sulit diatasi, maka akses bagi kemungkinan bantuan pemecahan menjadi tertutup. Bila terlalu banyak persoalan hidup yang menumpuk tak terpecahkan dan hanya mengendap dalam diari, maka secara tidak langsung sang penulis menyiksa keadaannya sendiri. Tentu perlu saluran lain yang memungkinkan penulis mendapat tanggapan dan apresiasi atas permasalahan dirinya dari orang lain.

Diari tidak memungkinkan hal tersebut, namun ada alternatif: menemui orang lain untuk diajak berdiskusi tentang problematikanya atau menggunakan saluran lain yang efektif tanpa harus bertatap muka. Biasanya kita melakukan hal pertama, adapun mencari "saluran" lain kadang tidak terpikirkan. Nah, di zaman sibernetika ini "saluran" tersebut dapat menggunakan medium webblog.

Saat ini banyak situs weblog yang memudahkan kita menentukan saluran terbaik. Salah satunya menggunakan fasilitas situs blogger.com yang memungkinkan setiap penggunanya memiliki ruang privasi sendiri. Fenomena blog sebagai ruang privasi dan bebas sudah muncul sejak tahunan lalu. Kini setiap orang -terutama di negara maju seperti Indonesia- dapat memanfaatkan fasilitas blogger secara maksimal.

Saat nge-blog kita dapat menentukan konten apa yang menarik untuk dipublikasikan, termasuk masalah apa yang perlu dikomunikasin kepada orang lain. Bila proses berjejaring kita melaui blog dilakukan secara intensif, maka banyak 'keajaiban' yang dapat diperoleh berdasarkan respon orang lain yang mengikuti blog kita. Keajaiban dapat berupa nasihat penting, kiat-kiat, dan juga -mungkin- bantuan langsung dari pembaca blog kita.

Dibandingkan dengan diari yang tertutup bagi orang lain, maka keberadaan blog pribadi dapat lebih terbuka bagi orang lain untuk mengomentari diri kita. Namun demikian, diari bersifat orisinal dan jujur apa adanya dibandingkan blog yang potensial menyembunyikan hal sebenarnya dari pemilik/pengguna blog. Faktor saling percaya bagi blogger dan pembaca blog menjadi syarat penting, tanpanya kita menjadi hambar dan sulit berkembang.

Kamis, 12 Februari 2009

Buku Diari Versus Blog (I)

@andikey - Senang rasaya punya semangat untuk terus nge-blog dan mencurahkan pikiran melalui blog sendiri. Semoga bermanfaat.
Ketika menengok kembali ke masa-masa saat masih kuliah, banyak peristiwa dan kenangan yang mungkin hingga kini masih melekat dalam pikiran. Nostalgia masa lalu memang menarik untuk menyegarkan kembali ingatan dan mengurai segala kemungkinan yang berhubungan dengan keadaan kita saat ini. Dalam keadaan ramai maupun sunyi, kita selalu ditemani oleh ingatan-ingat masa lalu yang seringkali menjadi jebakan perasaan ataupun senjata dalam menghadapi hidup.
Diari menjadi sarana ideal dan mudah untuk menuliskan kembali ingatan-ingatan kita atas semua kejadian yang pernah kita alami. Sebagian besar dari kita pernah melakukan pencatatan peristiwa hidup di atas lembaran buku diarinya masing-masing. Setahun bahkan bertahun-tahun kemudian, manakala buku diari itu dibuka kembali, seolah-olah kita tertarik jauh ke belakang dan berhenti pada ingatan peristiwa tertentu.
Penyesalan, kerinduan, kegeraman, kesedihan, kebahagiaan, dan berbagai sensasi perasaan hati muncul saat mata tertambat pada deretan kalimat penyengat yang membawa alam pikiran kita ke masa lalu. Betapa diari memiliki kekuatan untuk merubah pikiran maupun perasaan kita tatkala membacanya. Setiap kata memiliki tautan masa lalunya sendiri, sehingga satu kenangan yang tertulis dalam diari kadang mampu memompakan adrenalin juga emosi bagi kita yang mengalami peristiwa tersebut.
Setiap huruf dalam rangkaian katanya pada diari kita merupakan ekspresi perasaan hati yang kadang -tampak dari tulisan tangan kita- enak dilihat dan dibaca atau justru acak-acakan dan emosional. Benar, seolah kita meniupkan ruh dan nyawa pada tulisan-tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata pribadi. Diari menjadi begitu pentingnya sehingga perlu disimpan pada tempat yang terbaik.
Diari adalah "goa" tempat penyimpanan timbunan rahasia hati kita yang tidak semua orang boleh memasukinya. Sekian banyak diari baru dapat dibuka orang lain saat pemiliknya sudah berdiam di alam baka sana. Diari adalah ruang privasi yang sangat personal.
Diari adalah teman imajiner terbaik kita, ia mendengarkan dan menyerahkan dirinya agar si penulis terbebaskan dari gangguan pikiran~perasaan yang menghantuinya. Diari menjadi sisi lain diri penulis sebagai subtitusi realitas yang tak muncul dalam dunia nyatanya. Diari acapkali lebih jujur dan lugas menjelaskan siapa sebenarnya seseorang itu (yang menulis diari). Diari adalah bentuk lain pengungkapan diri yang sejujur-jujurnya dari penulisnya.
Subyektifitas diari sebagai paparan realitas peristiwa dari sudut pandang penulis, merupakan bahan pelengkap untuk menjelaskan biografi seseorang. Ia yang kita kenal dalam bentuk fisik belum tentu persis sama dalam "ia" yang ada dalam diarinya.
Fenomena diari masih ada hinga saat ini, meskipun teknologi komunikasi sudah sedemikian maju, diari tetap jadi pilihan pertama sebagai "goa" penyimpanan. Diari masih digandrungi sebagai alternatif ruang privat yang tertutup bagi pandangan orang lain.

RIAK Komunitas Musik Kampus

@andikey - KMM RIAK (Komunitas Musik Mahasiswa-Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan) lahir dari kegelisahan kolektif 23 (duapuluh tiga) mahasiswa IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 23 November 1998, tepatnya jam 11.00 WIB, di Kantin Dharma Wanita IAIN (sekarang Aula Madya Lt. 1, UIN Jakarta).

KMM RIAK tidak berasal dari ketiadaan (ex nihilo), tapi timbul dari sebuah pertikaian sejarah antar manusia yang berusaha untuk selalu sadar atas ruang dan waktu yang ditelusurinya. KMM RIAK terus belajar lalu bergerak mencari akar yang kokoh secara de facto di arus bawah untuk tumbuh dan tetap konsisten dalam mengembangkan musik di Kampus UIN Jakarta.

KMM RIAK merupakan sebuah komunitas di kampus IAIN (sekarang UIN) Jakarta yang penuh sesak dengan pergulatan yang sungguh mengasyikkan (tentunya jika Anda benar-benar masuk ke dalam menjadi seorang pelaku, bukan penonton) atas berbagai kegelisahan anggotanya yang secara intens melakukan penjelajahan di dunia musik (musik apapun yang Anda maksudkan!). Pastinya, pergulatan tersebut telah terbukti mampu menumbuhkan inspirasi atau ide kreatif yang membuat para pelakunya mengerti, memahami, merasakan, dan pada tatanan praktisnya; dapat merealisasikan segala bentuk inspirasi dan ide tersebut dalam produk/karya kreatif.

Sejak berdirinya, KMM RIAK selalu mengalami perubahan, baik dari struktur organisasi maupun kegiatannya. KMM RIAK mencoba dan terus mencoba untuk konsisten bergelut di bidang musik, baik dalam penyelenggaraan laboratorium, pelatihan, even, maupun jurnalisme musik.

KMM RIAK yang berawal dari suatu komunitas berbau `semaunya' perlahan-lahan tapi pasti­ berubah menjadi sebuah organisasi yang 'full of system' (baca; mapan, namun tanpa meninggalkan bau ‘komunitasnya') agar dapat secara terus-menerus memberi dan memajukan warna musik dikampus UIN Jakarta.

KOLOT (Komitmen, Loyalitas dan Totalitas) selalu menjadi pegangan bagi setiap anggota KMM RIAK dan menjadi dasar organisasi untuk terus maju tanpa ada kata menyerah demi impian dan cita-cita: RIAK Is All about Musik!

Dalam perjalanan historisnya, KMM RIAK selalu menjunjung tinggi tiga azasnya, yaitu PEKA (Pluralisme, Egalitarianisme, dan Kreatifitas Tak Terbatas). KOLOT dan PEKA hingga kini terus mewarnai dan menghidupi KMM RIAK sebagai sebuah KOMUNITAS MUSIK.

Hup... Akupun Menjadi Guru

@andikey - Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan berbagi informasi, keterampilan, dan pengalaman dengan Pelajar SMK Pelopor Nasional, Legoso, Ciputat. Aku mengajar kelas 1 untuk jurusan: Multimedia dan Perfilman. Hmm. Mereka cantik-cantik, ganteng-ganteng, dan pastinya cerdas. Bangga rasanya dapat menjadi bagian dari proses pendidikan sekali seumur hidup mereka tersebut. Aku berharap mereka dapat menerimaku, meskipun aku sadar aku belum dapat dijadikan teladan hidup mereka.
Foto-foto di samping ini adalah foto kegiatan SMK Pelopor Nasional: Latihan Kader Kepemimpinan OSIS yang bertempat di daerah Cibodas, Bogor. Lumayan, kegiatannya seru dan dibumbui peristiwa "mistis" selama berlangsungnya kegiatan. Sebagai guru baru, aku termasuk orang yang tertipu oleh peristiwa "mistis" tersebut. Hal yang paling berkesan adalah, ketika para peserta beerta Guru-guru dapat larut dalam semua acara yang ada. Tertawa, marah, sedih, menangis, dan yaah.... Pokoknya seru dan aku mau ikutan lagi. Hehe..

Nostalgia Pers Mahasiswa: LPM Institut

@andikey - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) LPM INSTITUT adalah UKM pertamaku di kampus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sekitar tahun 1998 aku sudah menjadi anggota LPM INSTITUT. Aku menjadi Pewarta Foto di Majalah INSTITUT.
Selama aktif menjadi Wartawan LPM, salah satu tugas liputan yang cukup berkesan adalah saat mendapat tugas menelusuri kekayaan kampus yang tidak jelas keberadaannya: Tanah Cikuya, Tangerang. Tanah milik kampus yang memiliki luas sekira 2o hektar ternyata masih dalam sengketa antara warga setempat dan Kampus IAIN. Kasusnya adalah klaim warga tentang kepemilikan tanah, karena mereka memiliki sertifikat, sementara sertifikat mereka ternyata tidak sah secara hukum. Nah, sampai 2009 ini pun tanah milik IAIN/UIN tersebut akhirnya tidak jelas peruntukannya. 
Sebagai catatan: setelah liputan Tanah Cikuya, pengurus LPM dipanggil pihak rektorat. Secara halus, Rektorat meminta LPM tidak menerbitkan berita tentang Tanah Cikuya. TIDAK jawab kami kepada pihak Rektorat, idealisme kami sebagai jurnalis kala itu mengharuskan kami tetap menerbitkan berita itu, apapun resikonya.

Kalacitra: Komunitas Fotografi

@andikey - Sejak berdirinya kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang kini telah berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta hingga tahun 2000, belum ada lembaga kegiatan mahasiswa independen tingkat universitas yang khusus bergerak di bidang fotografi.
Meskipun ada lembaga fotografi mahasiswa, namun lembaga tersebut tidak independen dan masih berada didalam sub organisasi tertentu, seperti Ranita Photography Club (RPC) berada di bawah organisasi Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) RANITA UIN Jakarta, Divisi Fotografi milik Kelompok Pecinta Alam (KPA) ARKADIA UIN Jakarta, dan Divisi Arsip Foto dibawah Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) INSTITUT UIN Jakarta.
Atas prakarsa saudara Andikey Kristianto (Mahasiswa Fakultas Ushuluddin) dan Muhammad Busyro Karim (Mahasiswa Fakultas Syariah), pada tanggal 08 November 2000, di Aula Madya UIN Jakarta, dideklarasikanlah sebuah komunitas fotografi semi independen –di bawah naungan LPM INSTITUT- yang dinamakan Komunitas Mahasiswa Fotografi Indonesia (KMPFI) GALERI PAPARAZZI.
Kegiatan awal KMPFI GALERI PAPARAZZI adalah melakukan rekrutmen anggota melalui Pendidikan dasar fotografi. Selama medio tahun 2000-2001, KMPFI GALERI PAPARAZZI telah melaksanakan beberapa kegiatan pameran foto dan studi banding dengan organisasi fotografi mahasiswa di kampus lain.Seiring perjalanan waktu dan apresiasi para anggota maupun mahasiswa UIN lainnya, muncullah ide agar KMPFI GALERI PAPARAZZI dapat berdiri secara independen dan menjadi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bawah naungan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Jakarta.
Setelah melalui diskusi perencanaan yang panjang, maka disepakatilah oleh para anggota dan pengurus KMPFI GALERI PAPARAZZI untuk menjadikan organisasi ini sebagai UKM di UIN Jakarta. Akan tetapi, sebelum menjadi UKM, pada tanggal 17 September 2001, di Taman Tarbiyah UIN Jakarta, berdasarkan kesepakatan bersama antar anggota dan pengurus, KMPFI GALERI PAPARAZZI diubah namanya menjadi Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) KALACITRA, dengan ketua umum pertamanya saudara Andikey Kristianto.
Setelah nama berubah, dari KMPFI GALERI PAPARAZZI menjadi KMF KALACITRA, barulah dilaksanakan proses pemenuhan administratif untuk dapat menjadi UKM di UIN Jakarta. Alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan para mahasiswa UIN Jakarta, pada tanggal 26 Oktober 2002, KMF KALACITRA disahkan/ditetapkan oleh Kongres Mahasiswa Universitas (KMU) UIN Jakarta menjadi UKM baru di bawah naungan KBM UIN Jakarta.
Sebagai langkah awal pergerakan KMF KALACITRA, maka dibenahilah strukutur organisasi dan program-program kegiatan KMF KALACITRA. Berdasarkan hasil Musyawarah Akbar Anggota (MAKA) I KMF KALACITRA tahun 2002, disepakatilah beberapa hal mendasar yang menjadi arah pergerakan dan kegiatan organisasi, seperti: Pedoman Organisasi, Keanggotaan, Kode Etik Anggota, Struktur Organisasi, Program Kegiatan dan beberapa Ketetapan (TAP) MAKA.

Innervisual: Komunitas Sinematografi

@andikey - Berikut profil sebuah organisasi sinematografi yang pernah saya gagas. 
 Di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sinematografi merupakan hal yang masih belum populer dan belum menjadi target kegiatan hobi bagi para civitas akademikanya. Meskipun demikian tidak berarti bahwa dunia sinema (movie) atau film bergerak (motion picture) juga merupakan hal baru bagi para civitas akademika di UIN Jakarta.
Pemutaran film-film tertentu sering diadakan oleh para aktifis mahasiswa di kampus UIN Jakarta, akan tetapi proses pembuatan filmlah yang menurut kami belum terjamah secara maksimal. Namun demikian, sinematografi pernah dipopulerkan di kampus UIN Jakarta, antara lain oleh KINE KLUB milik KMPLHK RANITA dan Komunitas Pecinta Film - Impuls of Cinema Expression (KPF ICE).
Menurut kami, bidang sinematografi secara tidak langsung sering digeluti oleh mahasiswa UIN Jakarta, setidaknya dokumentasi kegiatan yang menggunakan kamera VHS maupun Kamera 8mm (handy camera dan mini DV) merupakan salah satu bentuk kerja sinematografi.Berdasarkan pemantauan kami, sering ditemui ragam kegiatan mahasiswa didokumentasikan menggunakan alat-alat perekam gambar bergerak (VHS camera, Handy Camera: 8mm, dan mini DV). Andai saja sinematografi merupakan kegiatan yang populer, sangat mungkin hasil dokumentasi tersebut dapat diolah menjadi karya film dokumenter yang baik dan tidak kalah dengan National Geographic ataupun BBC Film.
Karena beberapa fenomena tersebutlah, pada 14 Februari 2004 saudara Andikey Kristianto (mahasiswa fakultas Ushuluddin), menggagas berdirinya Komunitas Sinematografi – INNER VISUAL (KOST INVIS) yang diarahkan khusus untuk produksi/pembuatan film bergerak (motion picture) dengan kategori film fiksi dan film dokumenter.
Tujuan utama berdirinya KOST INVIS adalah memberi ruang kegiatan baru khususnya di bidang sinematografi (pembuatan film) di kampus UIN Jakarta. Setidaknya, bagi kampus besar seperti kampus tercinta kami, UIN Jakarta, sinematografi harus menjadi hal yang biasa dan menjadi alternatif kegiatan hobi (bahkan kegiatan profesional) yang dapat bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan UIN Jakarta dan civitas akademikanya.
Sebagai upaya mewujudkan impian dan harapan bersama di bidang sinematografi, maka KOST INVIS akan terus berbenah diri dalam hal manajemen organisasi dan metode pembelajaran di bidang sinematografi. KOST INVIS juga akan berusaha keras untuk menghasilkan film-film independen yang bermutu dan berkualitas. Selain itu, KOST INVIS akan terus berupaya mencari, membuka, dan menjalin kerjasama serta hubungan baik dengan organisasi-organisasi (tingkat kampus maupun profesional) yang bergerak pada bidang yang sama. 
Adapun karya film KOST INVIS adalah pembuatan dua klip video musik dari lagu milik sebuah band indie THE RED MOLOTOV (2004) dan Film Pendek “SISI ALAN” (2005).

Rabu, 11 Februari 2009

Bapak Guru Jadi Blogger (III)

@andikey - Tema dalam tulisan saya kali ini merupakan lanjutan (bagian ketiga) dari judul yang sama. Semoga bermanfaat. 
Saya mengenal dunia internet sejak sepuluh tahun yang lalu. Seingat saya, pertama kali nge-net untuk mencari artikel tentang musik blues untuk buletin musik yang akan beredar di kampus. Selanjutnya saya pun buat alamat email untuk pertama kali dan akhirnya saya lupa passwordnya sehingga berkali-kali saya buat alamat email baru. Kebutuhan utama saya kala itu memang sebatas cari data-data atau artikel yang saya butuhkan. Pada waktu itu, belum banyak orang buka usaha warnet dan kalaupun ada biasanya harga rental perjamnya mahal, itu belum termasuk waktu loading yang membosankan.

Karena kebutuhan nge-net belum besar, maka saya pun ketinggalan berita dan tren dunia maya. Berbeda dengan beberapa teman saya yang aktif ber-internet-an sejak lama, sekarang mereka tinggal menuai hasil dari proses panjangnya menjelajahi dunia internet. Ada teman saya yang biaya hidupnya sedikit banyak ditunjang dari permainan online, jadi desainer web, atau buka bisnis online.

Meskipun terlambat, saya gak mau terus-terusan ketinggalan. Sekarang saya sudah cukup sadar pentingnya menggauli dunia internet secara intensif. Perkembangan pesat internet memang luar biasa, sehingga dunia ini menjadi kurang lengkap bila tidak ada internet. Semua tersedia di internet. Lengkap dan menghibur.

Saya tidak memungkiri fakta bahwa perkembangan teknologi internet juga membawa informasi-pengetahuan di dalamnya. Keduanya berjalan beriringan dan saling melengkapi. Salah satu fenomena yang sangat populer adalah blog. Blog dengan perkembangan fitur-fiturnya menjelma menjadi ruang komunikasi baru yang dapat dikelola secara privat. Saya sadar apa yang saya bicarakan ini sudah basi dan terlambat, karena isu tersebut sudah muncul bertahun-tahun yang lalu.

Kini saya berusaha memanfaatkan kemungkinan terbaik yang dapat saya lakukan untuk memaksimalkan pemahaman dan sisi pragmatisme saya tentang internet, khususnya tentang blog. Setidaknya saya harus mendapatkan manfaat maksimal dari pemahaman saya mengenai blog.

Sambil terus mencari tahu, saya juga akan mendorong murid-murid saya agar melek dunia cybernet. Terlepas baik-buruknya ekses internet, namun saya yakin masih dapat menerima manfaat terbaik dari adanya internet. Melalui blog-blog mungkin proses transformasi informasi dan ide dapat semakin mudah.

Indonesia 2015 kemungkinan sudah menjadi negara yang memiliki akses internet di seluruh nusantara dengan harga murah bahkan gratis. Kita harus mendorong pemerintah agar menyediakan hotspot-hotspot di lokasi strategis yang merata di seluruh Indonesia.

Mungkinkah?
Saya yakin.
Pasti.
Ya.

Bapak Guru Jadi Blogger (II)

@andikey - Tema dalam tulisan saya kali ini merupakan lanjutan (bagian kedua) dari judul yang sama. Semoga saja bermanfaat. 
Secara pribadi saya adalah orang yang sulit bersikap dan bertutur layaknya seorang Guru. Butuh usaha keras untuk menyadari dan berdaptasi menjadi Guru. Dimanapun, guru akan menjadi contoh hidup bagi muridnya. Baik buruknya seorang guru di mata muridnya, akan berpengaruh terhadap perkembangan prilaku, pikiran, kejiwaan setiap siswa. Bekas atau jejak pemberian guru sedikit banyaknya akan tertinggal di benak pikiran maupun perasaan murid-muridnya. Wajar saja para orang bijak memperingatkan para guru agar berhati-hati dalam: bertutur kata, berperilaku, bersikap, dan bergaul, karena tauladan para murid adalah guru mereka sendiri.
Jujur, saya sungguh kerepotan ketika harus merubah pola komunikasi dan pola perilaku individual saya dari yang “brangasan” menjadi santun bersahaja khususnya terhadap murid-murid. Bahasa sehari-hari saya seperti “gue-elu” masih sering muncul saat berhadapan dengan para siswa. Walaupun para murid oke-oke saja, namun guru disarankan tidak berlaku seperti itu. Kata banyak orang, setiap guru harus menjaga wibawa dan kehormatannya sebagai seorang guru di mata murid, sekolah, juga masyarakat.
Ketika masih kuliah, saya sudah sering menjadi pembicara dan fasilitator kegiatan kampus khususnya di bidang fotografi dan manajerial. Karena statusnya masih mahasiswa, saya lebih sering berpenampilan cuek dan berbicara selugas-lugasnya tanpa harus khawatir berlebihan. Singkatnya, segala hal yang harus saya kuasai, siapi, dan jalani tidak jauh berbeda dengan apa yang saya lakukan saat ini sebagai guru. Problematika dan serba serbinya kurang lebih sama. Bedanya hanya pada bentuk, penampilan dan prilaku belaka.
Semakin lama berjalan menjadi guru semakin saya memahami bagaimana sebaiknya bersikap, bertindak, dan berlaku. Tentu tidaklah sempurna hasilnya, karena masih banyak hal yang belum saya pahami sebagai guru. Sepertinya saya perlu lebih lama dan lebih banyak pengalaman menjalani hidup sebagai guru sekolah. Semoga saya kuat menjalani profesi sebagai guru sekolah. Amin.

Bapak Guru Jadi Blogger (I)

@andikey - Saya adalah seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelopor Nasional, Legoso, Ciputat yang mengajar dua bidang studi: fotografi dan manajemen produksi film. SMK Pelopor Nasional memiliki jurusan: Perfilman dan Multimedia. Meskipun baru 6 bulan menjadi guru banyak hal menarik yang saya jadikan pengalaman penting.

Pertama kali memperkenalkan diri kepada para siswa bahwa saya Guru baru di SMK Pelopor Nasional, saya canggung dan kurang percaya diri. Maklumlah, ini kali pertama menjadi guru sebagai profesi baru saya. Sebelumnya saya adalah wartawan di situs berita online okezone.com, namun karena ketertarikan untuk menggeluti dunia pendidikan formal, maka saya beranikan diri mengambil profesi guru yang ditawarkan teman sejawat saat di kampus dulu.

Saya mengajar di dua kelas berbeda, kelas I Jurusan Perfilman dan Kelas I Jurusan Multimedia dengan dua mata pelajaran: fotografi dan manajemen produksi film. Jumlah siswa keseluruhan yang saya ajar sebanyak tujuh puluh satu orang: 46 di kelas I Perfilman dan 25 orang di kelas Multimedia. Rata-rata mereka berusia antara 15-17 tahun dan secara psikologis menurut saya mereka masih gandrung dengan dunia populer remaja, sehingga diperlukan pola pengajaran yang sesuai dengan umur maupun kondisi psikis para murid.

Sejujurnya saya tidak berlatar belakang sarjana pendidikan, bahkan saya juga belum pernah mengikuti –setidaknya- pelatihan menjadi guru. Pastinya saya harus memutar otak dan mencari berbagai referensi untuk bahan metode pengajaran ideal. Saya memang menguasai keterampilan fotografi dan sedikit banyaknya pernah berkecimpung di dunia perfilman, namun menjadi guru formal? Ya, ini adalah pengalaman terbaru saya. Berikut hal-hal utama yang saya amati dari keadaan lingkungan maupun orang-orang yang berkecimpung di SMK tersebut. 

Pertama, saya mencoba merasakan aura bangunan, menyelami seluruh tata ruang sekolah, dan mencari tahu fasilitas pendidikan yang tersedia. Saya harus tahu dimana ruang kantor, kantin, kamar mandi, kelas, laboratorium, area bermain, dan tempat penting lainnya. Saya juga harus tahu apa saja fasilitas pendukung pendidikan yang ada/tersedia. 

Kedua, saya berusaha mengenali dan berbincang-bincang dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru maupun para staf pegawai di sekolah. Paling tidak saya harus tahu nama panggilan setiap orang yang mengajar maupun mengurus SMK ini. 

Ketiga, saya harus mengenali setiap siswa yang saya ajar. Meskipun lambat, saya secara perlahan dapat mengenali satu persatu murid yang saya ajar. Mulai dari nama lengkap, nama panggilan, kebiasaan, hobi, pola perilaku, serta pola pikir para murid saya coba selami lebih dalam. 

Keempat, saya merasa perlu tahu meskipun secara pasif tentang isu, wacana, maupun gosip-gosip yang ada di Sekolah. Hal tersebut penting bagi saya agar tidak terjebak dalam lingkaran “masalah psikologis” dan “adu kepentingan” yang mungkin saja terjadi di tempat saya mengajar. 

Kelima, saya membuat silabus, rancangan pembelajaran dan metodologi pengajaran. Saya juga mencari referensi buku dan sebagainya untuk menunjang metode pembelajaran di kelas. Seperti yang kita tahu, buku-buku tentang ilmu fotografi dan manajemen produksi film terbitan Indonesia sangat terbatas, mau tidak mau kita harus mengunduh e-book di internet atau beli buku terbitan luar negeri. 

Keenam, saya pun menguji coba metodologi pengajaran dan segera mengambil inisiatif perubahan maupun perbaikan metodologi bilamana terasa kurang mengena bagi siswa. 

Ketujuh, saya berusaha aktif dalam kegiatan-kegiatan formal maupun informal yang diselenggarakan sekolah. Targetnya agar saya lebih dekat secara fisik dan psikis dengan guru-guru maupun para murid. Keakraban, kesahajaan, dan keceriaan ternyata cukup ampuh untuk membangun silaturrahmi antar siswa-guru. 

Kedelapan, saya akan membuat blog khusus yang berkenaan dengan aktifitas belajar mengajar saya sekaligus dapat menjadi ruang komunikasi saya dengan para murid dan guru. Harapannya agar para murid saya terbiasa dengan dunia internet dan semoga memudahkan kami berkomunikasi tanpa harus bertatap muka atau bertemu secara fisik di luar jam sekolah.

Delapan poin di atas merupakan agenda kerja saya pada saat awal-awal mengajar. Namun demikian dalam perjalanannya, situasi dan kondisi tetap dinamis sehingga perlu banyak stok cara menghadapi keadaan maupun orang-orang yang ada.

Dalam tulisan selanjutnya, saya akan kemukakan lebih jauh dan lebih detil tentang pengalaman saya mengajar dan ide agar blog menjadi sarana transformasi pembelajaran baru bagi masyarakat Indonesia. Semoga bermanfaat. Terima kasih.