Jumat, 20 Februari 2009

Dentum Isi Kepalaku

@andikey - Kenikmatan tiada tara dalam hidup ini adalah dapat melakukan dan menghasilkan sesuatu dengan iringan cinta kasih dan keikhlasan hati. Menumbuhkan cinta kasih dan keikhlasan hati tentu memerlukan stimulus dan sugesti dari diri sendiri. Stimulus dan sugesti diri harus lahir dari pemahaman mendalam perihal realitas diri. Realitas diri adalah keadaan diri objektif mengenai: keinginan, kebutuhan, serta kemampuan setiap individu. Dengan demikian, ada baiknya kita senantiasa (bila perlu) membongkar, mengevaluasi, lalu membangun kembali pondasi diri yang lebih kokoh dan positif.

Kunci utama memahami realitas diri sendiri adalah: KEJUJURAN. Kita harus jujur pada diri sendiri, ingatlah! manipulasi diri hanya akan menjerat leher kita sendiri nantinya. Butuh keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Biasanya faktor penghambat kita untuk bersikap jujur pada diri sendiri (dan juga kepada orang lain) adalah sikap diri yang terlalu egois dan selalu ingin menang sendiri.

Kejujuran hanya mungkin hadir bilamana kita dapat meredam seminimal mungkin: sikap egois dan keinginan untuk selalu menang sendiri. Sikap egois dan selalu ingin menang sangat rentan memunculkan sifat ‘ujub, riya’, dan takabbur dalam diri kita. Siapa senang bersahabat dengan orang yang bersifat seperti itu? Sepertinya tidak satupun di antara kita yang sudi.

(Maaaf....Tulisan ini kayak draft ceramah jumatan..)

Kamis, 19 Februari 2009

Mata Berita Indonesia

@andikey - Tulisan ini tentang keinginan penulis membangun suatu situs jejaring berita yang sumber informasi/beritanya langsung dari masyarakat pengguna/anggota dan situs tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur menarik bagi penggunanya.

Fenomena Situs-Situs Jejaring Sosial
Awal tahun 2009 ini, muncul fenomena menarik di Indonesia. Berbagai situs jejaring sosial laku keras dan menjadi ruang privat baru yang diminati banyak orang, khususnya situs Facebook. Saat ini sedang terjadi persaingan ketat antar situs jejaring sosial terjadi dalam bentuk kemasan visual dan fitur-fiturnya. Beberapa situs pun mulai ditinggalkan penggunanya dan akan benar-benar berkurang drastis peminatnya bila tidak segera memperbaharui tampilan maupun fiturnya. Sedangkan beberapa situs lainnya justru berkembang pesat dan mendapatkan pelanggan lebih banyak karena fitur yang lebih menarik.

Situs-situs jejaring sosial tersebut memberi ruang khusus yang bersifat privat kepada anggotanya, sehingga setiap anggota dapat memanfaatkan segala fitur yang ada dengan leluasa. Selain untuk membangun eksistensi diri, keikut sertaan masyarakat menjadi anggota situs jejaring sosial adalah untuk membangun relasi/hubungan serius/pertemanan yang lebih luas lagi. Suasana imajiner yang terbangun dalam situs jejaring sosial pun dibuat senyaman seperti di dunia nyata. Desain visual yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami menjadi keunggulan yang dikejar oleh setiap situs sejenis.

Hal lain yang menjadi penarik massa adalah kemudahan setiap pengguna/anggota untuk berinteraksi dan berkomunikasi antar sesama anggota/pengguna situs yang sejauh ini difasilitasi dengan: kotak pesan, dinding pesan, dinding informasi kegiatan/peristiwa penting, ruang komentar antar pengguna, ruang chatting, ruang foto, ruang musik, ruang video, papan informasi (untuk mengatahui siapa saja yang sedang Online saat ini), dan lain sebagainya.

Semakin banyak dan mudah fitur-fitur yang dapat digunakan, maka semakin tinggi pula potensi bertambahnya pelanggan/pengguna baru situs tersebut, apalagi bila didukung dengan pemasaran yang maksimal di media massa pasti diserbu oleh pengguna baru. Di Indonesia sudah ada situs jejaring sosial yang laku dan banyak anggotanya, antara lain: FUPEI.

Berdasarkan pengamatan subyektif penulis terhadap fenomena tersebut di atas, penulis berangan-angan untuk membangun situs jejaring yang orientasi utamanya berbagi berita dan informasi antar sesama pengguna/anggota situs. Sayangnya, penulis bukanlah seorang Master IT yang paham membuat website sendiri, juga bukan orang yang mengerti bagaimana mengelola sebuah situs sehingga laku dan dapat banyak sponsor. Halaaaah... :-)

Memperjuangkan Cita-cita: Mata Berita Indonesia
Penulis punya keinginan besar, membuat situs jejaring berita masyarakat dengan nama: Mata Berita Indonesia/MBI (inginya terbit dengan: www.mataberita.com). Bayangan penulis situs ini menjadi ruang baru bagi setiap warga negara Indonesia khususnya untuk berbagi berita, informasi, ulasan peristiwa/kegiatan, dan lain sebagianya dalam bentuk tulisan, foto, maupun video.

Konsep dasarnya mengacu pada citizen journalism namun kemasan situsnya akan dibuat interaktif, komunikatif, dan atraktif. Berita utama hari ini yang tampil di MBI merupakan pilihan dan suntingan dari pengelola situs dan bagi mereka yang berita maupun iformasinya (tulisan, foto, video) akan mendapatkan bonus menarik dari MBI. Setiap anggota situs akan mendapatkan akun pribadi yang konten akunnya tidak jauh berbeda pada situs jejaring sosial yang sudah lebih dahulu ada. Setiap anggota dapat menwarkan berita dan informasi kepada pengelola situs untuk dinaikkan menjadi berita utama. Anggota juga dapat menawarkan usulan liputan, wawancara, informasi menarik kepada pengelola agar diterbitkan MBI kemudian.

Berita dan informasi yang diterbitkan MBI pada situsnya memang harus Up To date dan benar-benar bermanfaat bagi pengguna/anggota yang membacanya. Situs MBI juga akan memberikan paket hadiah menarik bagi setiap orang yang mendaftar menjadi anggota situs, minimal dapat: kaos, pin, dan buku panduan MBI.

Target maksimal MBI adalah menjadi ruang informasi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan berita/informasi lain yang mungkin belum ada/terbit di situs berita lainnya. Selain itu, MBI juga berambisi agar berita/informasi yang diberikan/didapatkan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Mata Berita Indonesia adalah cita-cita penulis yang ingin diwujudkan. Mungkin saja ide ini sudah tidak menarik lagi karena sudah banyak yang punya ide sejenis. Bagi penulis, siapapun yang lebih dahulu mewujudkan keinginannya yang memang satu visi dengan MBI, maka penulis akan mendukungnya sepenuh hati dan mengucapkan Alhamdulillah..Puji Syukur Kepada ALLAH SWT.

Satu Tubuh Dua Realitas (II)

@andikey - Tulisan ini bagian kedua dari judul yang sama sebelumnya.

Game Online: Di Sini Tenang Di Sana Senang dan Harus Menang
Saya memiliki kawan yang hobinya main game online, satu masih berstatus pelajar -bernama (sebut saja) Ryo, lainnya berstatus mahasiswa dan wirausahawan. Teman saya yang masih Pelajar SMK sehari-harinya seperti kebanyakan anak seusianya, pagi-sore masuk sekolah. Hal yang mungkin sedikit berbeda adalah waktu sore hingga malamnya -kadang sampai pagi- dihabiskan untuk bermain game online. Saya pernah menanyakan padanya tentang respon orangtua terhadap aktifitasnya itu, Ryo menjawab bahwa Ia berusaha meyakinkan orangtuanya kalau dia di kamarnya sedang belajar. Maklum komputer berkoneksi internet yang ia gunakan memang berada dalam kamar pribadinya. Adapun nilai ujian sekolahnya tidak terlalu gemilang, namun cukup baik ditinjau dari sudut pandang bahwa secara Ryo jarang belajar kecuali di sekolah saja.

Setahun berlalu dan saya coba mencari tahu perkembangan Ryo, ternyata sekarang dia sudah lulus sekolah dan saat ini dia tetap asik di depan komputer bermain game online. Ryo memilih tidak melanjutkan pendidikannya ke Universitas karena gama online kadung dia cintai. Menurutnya, ia dapat menghasilkan uang dari game online, caranya adalah dengan menjual poin nilai yang ia miliki dalam akunnya di game online tersebut. Sejujurnya saya kurang begitu memahami, tapi garis besarnya Ryo mendapat celah menghasilkan uang dari game Online.

Teman saya lainnya -membuka usaha warnet- yang juga menggilai game online tidak jauh berbeda keadaannya dengan Ryo, mereka sedari pagi-siang-sore-malam sibuk di depan layar komputer dengan kedua tangan di atas keyboard dan sebuah headphone menempal di telinga. Mereka meninggalkan komputer hanya untuk makan-minum, tidur, mandi, atau kegiatan mendesak lainnya. Sesekali mereka keluar jauh bertemu dengan teman chat di game online untuk mengadakan transaksi jual-beli poin game. Begitu setiap hari dan seterusnya hingga tulisan ini dibuat.

Saya mencoba memahami dan menikmati fenomena ini. Saya coba perhatikan dari jarak dekat bagaimana kehidupan teman-teman saya -yang punya usaha warnet itu- berjalan. Ternyata, normal-normal saja. Pergaulan mereka tetap terjaga baik dan tetap mampu berkomunikasi dengan akti-proaktif terhadap orang-orang sekitar. Akan tetapi bila ditinjau dari usia dan pandangan ideal kebanyakan orang, maka mereka dianggap kurang pantas dan diharapkan menjalani kehidupan yang lebih wajar serta normal. Padahal teman saya penggila game online tersebut menyatakan bahwa kehidupan mereka normal dan wajar-wajar saja. Saya juga sependapat dengan teman saya itu. Menurut saya mereka berhak menentukan bagaimana mereka akan hidup tanpa harus pusing dengan apa yang diharapkan dari orang lain terhadap mereka.

Dunia pecinta game online sejati mungkin berbeda dengan dunia yang dibangun kebanyakan orang, namun selama kita menikmati apa yang kita lakukan serta berani bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi nantinya, maka biarkanlah segala sesuatunya berjalan.